BERANDANEWS – Maros, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memastikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Maros pada tahun 2026 akan digelar secara sederhana tanpa rangkaian pesta atau kegiatan berskala besar.
Meski berlangsung dengan konsep sederhana, sejumlah agenda penting tetap disiapkan, mulai dari doa dan zikir bersama, jalan santai yang melibatkan ribuan aparatur sipil negara (ASN), hingga groundbreaking proyek Jembatan Kembar yang dijadwalkan dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan rangkaian peringatan HUT akan dimulai pada Sabtu, 4 Juli 2026, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Maros.
“Peringatan diawali dengan doa dan zikir bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Maros yang memasuki usia ke-67 tahun,” ujar Chaidir Syam, Selasa (30/6/2026).
Jalan Santai Libatkan ASN dan Masyarakat
Usai doa dan zikir bersama, Pemkab Maros akan menggelar jalan santai pada Ahad, 5 Juli 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Car Free Day dan melibatkan seluruh ASN lingkup Pemkab Maros, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS), PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu.
Selain ASN, masyarakat umum juga diajak untuk ikut memeriahkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari semangat kebersamaan dalam memperingati hari jadi daerah.
“Jalan santai ini terbuka untuk masyarakat. Kami berharap warga ikut berpartisipasi dan merayakan hari jadi Kabupaten Maros bersama-sama,” katanya.
Gubernur Sulsel Groundbreaking Jembatan Kembar
Salah satu agenda penting dalam rangkaian HUT Maros tahun ini adalah groundbreaking proyek Jembatan Kembar yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Chaidir, peletakan batu pertama proyek infrastruktur tersebut akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Setelah menghadiri groundbreaking, gubernur dijadwalkan melanjutkan agenda dengan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Maros yang menjadi puncak peringatan HUT ke-67 Kabupaten Maros.
“Pak Gubernur akan melakukan groundbreaking Jembatan Kembar terlebih dahulu, kemudian menghadiri rapat paripurna DPRD sebagai puncak peringatan hari jadi Kabupaten Maros,” jelas mantan Ketua DPRD Maros tersebut.
Fokus pada Makna dan Kebersamaan
Saat ditanya apakah konsep sederhana yang diterapkan tahun ini berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran, Chaidir menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan memang dirancang lebih sederhana dan berorientasi pada makna kebersamaan.
Menurutnya, momentum hari jadi daerah tidak selalu harus dirayakan dengan kegiatan besar, melainkan menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pembangunan dan mendoakan kemajuan daerah ke depan.
“Meski tanpa kegiatan besar, semoga momentum HUT ke-67 Kabupaten Maros menjadi doa bersama untuk kemajuan daerah. Mari kita doakan semoga Maros semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.(*)





