RSUD Batara Guru Belopa Klarifikasi Kasus Meninggalnya Pasien, Bentuk Tim Investigasi dan Audit Internal

RSUD Batara Guru Belopa

BERANDANEWS – Luwu, Menanggapi beredarnya informasi di media sosial terkait meninggalnya salah satu pasien yang dirawat di RSUD Batara Guru Belopa pada 8 Juni 2026, pihak rumah sakit memberikan klarifikasi awal sekaligus tanggapan resmi kepada publik.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Batara Guru Belopa, dr. Syahrul, menyampaikan bahwa manajemen dan seluruh civitas rumah sakit turut berduka cita atas wafatnya almarhumah Ny. Kh.

“Kami atas nama manajemen dan seluruh civitas RSUD Batara Guru mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah husnul khatimah, mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini. Aamiin,” ujar dr. Syahrul.

Ia menjelaskan, setelah informasi tersebut beredar luas di media sosial dan diketahui oleh manajemen rumah sakit, pihak RSUD Batara Guru segera mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi internal serta membentuk tim investigasi.

Tim investigasi tersebut bertugas mengumpulkan data, informasi, dan dokumen yang diperlukan guna memastikan kronologi kejadian serta mengevaluasi seluruh aspek pelayanan medis yang telah diberikan kepada pasien sesuai prosedur yang berlaku.

“Berdasarkan arahan Direktur rumah sakit dan sesuai mekanisme penanganan keluhan yang berlaku, kami juga akan melaksanakan audit internal secara menyeluruh untuk memperoleh informasi yang objektif dan akurat terkait kasus ini,” jelasnya.

Hasil investigasi dan audit internal nantinya akan dilaporkan kepada Direktur RSUD Batara Guru sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan tindak lanjut penanganan kasus.

Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh prosedur pelayanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk dalam pemberian obat, pemasangan alat medis, hingga konsultasi dengan dokter penanggung jawab pasien.

“Saat ini tim investigasi masih dalam tahap pengumpulan data dan keterangan dari pihak-pihak terkait,” kata dr. Syahrul saat dikonfirmasi media, Selasa (9/6/2026).

Terkait penyebab kematian pasien secara klinis, pihak rumah sakit menegaskan belum dapat memberikan kesimpulan sebelum seluruh proses audit internal selesai dilakukan.

“Untuk penyebab kematian secara klinis, kami akan menyampaikan kesimpulan setelah audit internal selesai dan seluruh data dianalisis secara menyeluruh,” ujarnya.

RSUD Batara Guru juga menegaskan kesiapan untuk memberikan informasi dan klarifikasi kepada publik secara terbuka, transparan, dan edukatif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami senantiasa terbuka terhadap saran, kritik, dan keluhan masyarakat. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ke depan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, manajemen RSUD Batara Guru menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pelayanan masih terdapat kekurangan. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat akan dijadikan bahan perbaikan guna meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah, RSUD Batara Guru Belopa terus berupaya meningkatkan kualitas layanan serta profesionalisme tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Luwu dan sekitarnya.(*)