
BERANDANEWS — Makassar, Demi menjaga dapur tetap mengepul dan roda ekonomi keluarga terus berputar, ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Makassar memadathi jalanan.
Bergantung penuh pada mobilitas harian di bawah terik matahari, kebijakan pembatasan BBM berbasis pelat nomor ganjil-genap sempat memukul keras ruang gerak pencarian nafkah mereka.
Tak ingin tinggal diam melihat pendapatan terancam tergerus, ratusan pengemudi yang tergabung dalam Jaringan Ojek Online (JOS) Sulawesi Selatan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pertamina Regional Makassar pada Senin (14/9/2026) pagi.
Dengan mengenakan atribut kebanggaan dan membentangkan spanduk tuntutan, sekitar 300 lebih pengemudi memperjuangkan nasib ribuan rekan seprofesi mereka. Bagi mereka, setiap orderan yang masuk sangat berarti, dan membatasi akses pengisian BBM sama saja dengan mematikan mata pencaharian harian.
“Hari ini kami dari JOS demo mengenai ganjil-genap yang diberlakukan oleh pemerintah. Kami di lapangan itu setiap orderan sangat berguna buat kami. Jadi kalau diberlakukan ganjil-genap, kasihan teman-teman di lapangan,” ungkap Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) JOS, Franz (40).
Selain menuntut pembebasan aturan ganjil-genap BBM, massa aksi juga menyuarakan kendala kemudahan sistem transaksi barcode kendaraan serta kelangkaan gas LPG 3 kg yang membelit kebutuhan rumah tangga mereka.
Perjuangan gigih dan diplomasi beradab tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Usai menerima 11 perwakilan pengemudi dari platform Gojek, Maxim, dan ShopeeFood untuk bermediasi, pihak Pertamina meluluskan tuntutan utama para mitra ojol.
Pertamina resmi membebaskan seluruh pengemudi ojek online di Makassar dari aturan ganjil-genap saat mengisi BBM di seluruh SPBU.
“Alhamdulillah, semua sudah ditanggapi oleh pihak Pertamina. Hari ini semua SPBU tidak memberlakukan ganjil-genap kepada para ojol di Makassar,” terang Franz dengan raut lega usai keluar dari ruang mediasi.
Meski demikian, demi menjaga ketertiban dan mencegah penyalahgunaan oleh oknum tak bertanggung jawab, Pertamina dan asosiasi menyepakati verifikasi sederhana di area SPBU.
Pengemudi cukup mengenakan atribut resmi (jaket/helm) serta menunjukkan aplikasi mitra pengemudi yang masih aktif saat mengantre BBM.
Usai kesepakatan bersejarah tersebut dicapai, ratusan pengemudi ojol membubarkan diri secara tertib. Mereka kembali mengaspal di jalanan Kota Makassar dengan senyum mengembang dan asa yang kembali menyala.(*)




