Penggerebekan ‘Kampung Narkoba’ di Palu Diwarnai Amuk Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Ringkus 7 Pelaku

Penggerebekan 'Kampung Narkoba' di Palu Diwarnai Amuk Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Ringkus 7 Pelaku

BERANDANEWS — Palu, Penggerebekan sarang peredaran gelap narkotika oleh tim gabungan Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dan BNNP Sulteng di Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, diwarnai aksi kerusuhan dan perlawanan warga, Senin (12/10/2026).

Situasi di lokasi kejadian mendadak mencekam saat sejumlah warga berusaha mengadang pergerakan petugas. Untuk memprovokasi massa, warga memukul tiang listrik berturut-turut serta membakar ban mobil bekas di tengah jalan.

Direktur Resnarkoba Polda Sulteng, Kombes Pol Pribadi Sembiring, membenarkan adanya ketegangan di lapangan saat petugas hendak mengamankan para terduga pelaku.

“Situasi sempat memanas saat sejumlah warga melakukan perlawanan. Guna mengendalikan situasi dan meredam amukan massa, petugas terpaksa melepaskan tembakan gas air mata ke arah kerumunan,” tegas Kombes Pribadi Sembiring, Selasa (13/10/2026).

Sita Senapan Angin, Brankas, hingga Hancurkan Puluhan Lapak Sabu

Usai situasi dapat dikendalikan, petugas gabungan langsung menyisir rumah-rumah warga yang dicurigai menjadi tempat transaksi dan pesta sabu. Hasilnya, 7 orang terduga pelaku berhasil diciduk, di mana 3 di antaranya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba berdasarkan tes urine di TKP.

Dari penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 1 pucuk senapan angin, 1 buah brankas, 1 unit perangkat CCTV, sejumlah unit ponsel, senjata tajam, serta alat isap sabu (bong).

“Kami juga menghancurkan puluhan tempat yang diduga menjadi lapak transaksi narkotika di lokasi tersebut,” tambah Pribadi Sembiring.
Polda Sulteng Tegaskan Komitmen Bersihkan Narkoba

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin menegaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan wujud komitmen kepolisian dalam memberantas jaringan barang haram di wilayah Sulawesi Tengah.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pemberantasan narkoba. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran demi menyelamatkan generasi bangsa,” pungkas Achmad Muhaimin.(*)