BERANDANEWS – Makassar, Pengurus Wilayah Pemuda Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Sulawesi Selatan mengecam keras aksi pengadangan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) saat tiba di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Ketua Umum Pemuda PERTI Sulsel, Dr. Ibnu Hajar, M.I.Kom, menegaskan bahwa tindakan sejumlah orang yang mengadang rombongan UAS merupakan perbuatan intoleran yang tidak mencerminkan nilai-nilai adab dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
“Apa pun alasannya, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan. Setiap warga negara memiliki hak yang dijamin konstitusi untuk menjalankan aktivitas keagamaannya, termasuk berdakwah,” tegas Ibnu Hajar, Ahad (5/7/2026).
Menurutnya, upaya menghalangi seorang ulama yang tengah menjalankan kegiatan dakwah dapat menjadi preseden buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Cara-cara seperti pengadangan, kata dia, berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu harmoni antarumat beragama di Indonesia.
Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara yang berlandaskan Pancasila menjamin kebebasan setiap warga negara untuk menjalankan ajaran agamanya sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
“Pengadangan terhadap kegiatan dakwah bukan hanya mencederai semangat toleransi, tetapi juga dapat dikategorikan sebagai bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan menyusul beredarnya video yang memperlihatkan iring-iringan kendaraan Ustaz Abdul Somad diadang oleh sejumlah warga saat tiba di Bandara Melalan, Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Jumat (3/7/2026).
Dalam video tersebut, situasi sempat memanas ketika beberapa orang berusaha mendekati kendaraan yang ditumpangi UAS. Bahkan, seorang pria berbaju merah terlihat sempat naik ke atas mobil sebelum akhirnya diturunkan oleh aparat keamanan.
Petugas kepolisian dan TNI kemudian membentuk barikade untuk mengamankan rombongan hingga kendaraan yang ditumpangi UAS berhasil melintasi lokasi.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai motif maupun alasan di balik aksi pengadangan tersebut. Meski demikian, seluruh agenda dakwah UAS di Kutai Barat, termasuk Tablig Akbar di Islamic Centre Melak dan kegiatan di Pondok Pesantren Assalam, akhirnya dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.
Pemuda PERTI Sulsel pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, menjaga persatuan, serta mengedepankan dialog dan sikap saling menghormati dalam menyikapi setiap perbedaan.(*)





