Gegara Air Irigasi, Dua Petani Terlibat Duel Berdarah di Soppeng

Ilustrasi Penganiayaan

BERANDANEWS – Soppeng, Perselisihan terkait pembagian aliran air irigasi berujung tragedi berdarah di Kampung Laonga, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Rabu (15/7/2026).

Dua petani terlibat baku tikam yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula saat kedua petani terlibat cekcok terkait pembagian air irigasi untuk mengairi lahan persawahan masing-masing. Ketegangan yang awalnya hanya berupa adu mulut kemudian berubah menjadi aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, konflik dipicu perebutan aliran air yang selama ini menjadi sumber pengairan sawah milik kedua pihak.

“Awalnya terjadi adu mulut terkait pembagian aliran air. Perselisihan kemudian memuncak hingga keduanya terlibat aksi saling menyerang menggunakan senjata tajam,” ujarnya.

Akibat perkelahian tersebut, satu petani mengalami luka serius dan meninggal dunia. Sementara lawannya berhasil diamankan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Mendapat laporan warga, personel Polres Soppeng langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.

Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Soppeng masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap kronologi secara utuh, termasuk motif yang melatarbelakangi aksi saling serang tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik yang tidak diselesaikan dengan kepala dingin dapat berujung pada hilangnya nyawa. Polisi mengimbau masyarakat untuk mengedepankan musyawarah dan menempuh jalur hukum apabila menghadapi perselisihan, sehingga tidak berkembang menjadi tindak kekerasan.

“Kami mengimbau masyarakat agar setiap persoalan diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan secara damai justru berakhir tragis,” tegas AKP Dodie Ramaputra.

Kasus tersebut kini masih dalam penanganan intensif Polres Soppeng. Polisi memastikan seluruh fakta akan diungkap secara transparan sesuai proses hukum yang berlaku. (*)