BERANDANEWS – Makassar, Dukungan terhadap Dr. Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terus mengalir. Kali ini, sedikitnya 17 organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) se-Sulawesi Selatan menyatakan komitmen bersama untuk mengawal langkah IAS dalam kontestasi internal Partai Golkar.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Konsolidasi Ormas dan OKP Se-Sulawesi Selatan yang digelar di Kopi Tiam Hertasning, Makassar, Selasa (14/7/2026) malam.
Pertemuan yang dihadiri berbagai elemen masyarakat itu berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat persatuan.
Bukan sekadar forum silaturahmi, kegiatan tersebut menjadi momentum menyatukan visi dan energi berbagai organisasi yang menilai IAS sebagai figur yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat Sulawesi Selatan.

Seruan Kawal IAS Hingga Tuntas
Ketua Relawan Jakarta, Daeng Accung, mengajak seluruh organisasi yang hadir untuk menjadikan konsolidasi tersebut sebagai titik awal perjuangan bersama dalam mengawal IAS.
“Malam ini kita berkumpul untuk satu ikhtiar. Mari kita kawal Bapak Ilham Arief Sirajuddin sampai tuntas. Perjuangan ini membutuhkan kebersamaan, loyalitas, dan keyakinan bahwa Sulawesi Selatan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan semua kekuatan,” ujarnya.
Menurutnya, momentum ini bukan hanya tentang dukungan politik, tetapi juga tentang membangun semangat kolektif untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjawab harapan masyarakat.
IAS Dinilai Mampu Menyatukan Berbagai Elemen
Ketua KIWAL, Erwin Nurdin, menilai kembalinya IAS ke panggung politik telah menghadirkan optimisme baru di tengah masyarakat.
Ia menyebut IAS sebagai figur yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok.
“Alhamdulillah, Bapak Ilham Arief Sirajuddin menyatukan kita. Ini momentum yang sangat baik. Tidak ada alasan untuk tidak membersamai beliau. IAS adalah figur yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kemampuan merangkul semua kalangan,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum BARAK 145, Illank Radjab, SH, yang mengaku terharu melihat antusiasme berbagai organisasi dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan yang hadir dalam konsolidasi tersebut.
“Saya melihat sebuah pemandangan yang mungkin sudah lama dirindukan banyak orang, ketika berbagai elemen masyarakat bisa duduk bersama tanpa sekat. IAS memiliki kemampuan menyatukan energi, pengalaman, dan harapan dari berbagai kelompok. Itu modal sosial yang sangat berharga bagi Sulawesi Selatan,” ungkap Illank.
“Ketika Integritas Memanggil, Kami Memilih Bersatu”
Puncak kegiatan ditandai dengan penyampaian komitmen bersama seluruh organisasi yang hadir. Dalam pernyataan sikap tersebut, mereka menegaskan bahwa dukungan kepada IAS lahir dari keyakinan terhadap pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan mampu menyatukan berbagai kekuatan masyarakat.
“Ketika integritas memanggil, perbedaan menjadi tidak lagi penting. Pemuda dan organisasi kemasyarakatan dipertemukan oleh satu keyakinan bahwa kepemimpinan yang berintegritas harus dikawal bersama. Konsolidasi ini bukan sekadar menggalang dukungan, tetapi menyatukan energi, gagasan, dan harapan untuk mengawal langkah Ilham Arief Sirajuddin menuju Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan,” demikian pernyataan bersama yang dibacakan dalam forum tersebut.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan seluruh peserta yang hadir. Mereka sepakat memperkuat komunikasi dan sinergi antarorganisasi guna menjaga persatuan serta mengawal proses demokrasi yang sehat dan bermartabat.
Dukungan IAS Terus Menguat Jelang Musda Golkar Sulsel
Konsolidasi lintas organisasi ini menjadi sinyal bahwa dukungan terhadap IAS tidak hanya datang dari struktur internal Partai Golkar, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat sipil yang tersebar di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
Di tengah dinamika politik menjelang Musda Golkar Sulsel, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa figur IAS masih memiliki daya tarik kuat dan kemampuan membangun jejaring lintas kelompok.
Malam itu, berbagai perbedaan latar belakang organisasi seolah melebur dalam satu semangat yang sama: mengawal kepemimpinan yang diyakini mampu membawa energi baru bagi Sulawesi Selatan.(*)





