Antisipasi Dampak Kekeringan, Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan Pompa Air dan Sumur Bor untuk Petani

Persawahan

BERANDANEWS — Makassar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bergerak cepat menyalurkan bantuan mesin pompa air dan memfasilitasi operasi pompanisasi untuk menyelamatkan lahan pertanian yang mulai terdampak musim kemarau. Langkah ini dilakukan guna menjaga pasokan air dan mengamankan ketersediaan pangan pada musim tanam tahun ini.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan bahwa distribusi alat serta pengerahan tim lapangan telah berjalan di beberapa wilayah yang rawan kekeringan.

“Tim sudah bergerak membagikan mesin pompa di sejumlah kabupaten serta menjalankan operasi pompanisasi di lahan persawahan yang mulai krisis air,” kata Andi Sudirman di Makassar, Senin (10/8/2026)

Langkah mitigasi ini diambil Pemprov Sulsel untuk mengantisipasi puncak musim kemarau yang berpotensi diperparah oleh fenomena iklim El Nino. Selain fokus pada sektor pertanian, pihak pemprov juga menyiagakan personel penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gubernur menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBUN) untuk mempercepat pelaporan dari lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Bagi wilayah yang terdampak, kami minta segera melapor ke dinas pertanian di tingkat kabupaten maupun provinsi,” imbaunya.

Ia menekankan agar setiap laporan dilengkapi dengan data teknis yang rinci, seperti titik lokasi, dokumentasi kondisi lahan, hingga informasi potensi sumber air sekitar. Informasi tersebut akan menjadi acuan bagi tim provinsi untuk melakukan survei dan pemetaan geolistrik sebelum pembuatan sumur bor.

“Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan sumur bor dengan prioritas pada sawah yang kekeringan di musim tanam. Kami harap laporan menyertakan foto dan potensi sumber air agar tim bisa langsung menindaklanjutinya,” jelas Andi Sudirman.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, terdapat lima daerah yang saat ini telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan, yaitu Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pemprov Sulsel terus menyiagakan seluruh personel dan sumber daya guna meminimalkan dampak kekeringan dan potensi karhutla di daerah-daerah rawan tersebut.(*)