BERANDANEWS – Manggarai Timur, Sebuah rekaman video berdurasi 6 menit 15 detik mendadak membakar jagat media sosial. Di tengah duka bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Manggarai Timur, ketegangan membuncah saat Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman, tak lagi mampu membendung emosinya di hadapan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam video yang viral di TikTok dan Facebook tersebut, nada suara Agus terdengar bergetar menahan amarah dan beban berat yang memikul pundaknya. Ia merasa disudutkan dan ditekan saat diminta menandatangani berita acara penerimaan bantuan logistik.
“Bapak bicara di sana bahwa bantuan banyak supaya orang dengar di sana. Saya rekam, Pak. Bapak sudah keterlaluan!” celetuk Agus dengan gestur emosional. “Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah!”
Sebagai ujung tombak di lapangan, Agus membeberkan jeritan hatinya yang harus membagi bantuan logistik secara adil kepada belasan ribu jiwa yang kini tengah menderita.
“Saya merasa ditekan. Saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya… 21.171 jiwa di Lamba Leda Utara harus bagi rata. Jangan lari, Pak, ke sini lihat!” serunya menantang petugas BNPB untuk melihat langsung penderitaan warganya di desa-desa.
Menanggapi gejolak panas tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur langsung pasang badan. Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, meluruskan polemik yang terjadi dan membantah adanya unsur pemaksaan atau penekanan dari pihak pusat.
“BNPB hadir hanya untuk memastikan bantuan logistik sampai ke warga terdampak bencana. Bukan menekan seperti yang disampaikan camat,” tegas Tarsisius, Senin (24/8/2026).
Tarsisius menjelaskan, skema penyaluran logistik telah diatur secara bertahap melalui posko utama di bawah komando Sekretaris Daerah. Berita acara yang ditagihkan oleh tim di lapangan semata-mata merupakan prosedur administrasi pertanggungjawaban agar distribusi ke 12 kecamatan berjalan transparan.
Meski begitu, Pemkab berjanji akan melakukan evaluasi internal menyeluruh atas ketegangan ini.
Tarsisius juga mengimbau masyarakat luas agar tidak memanfaatkan rekaman video viral tersebut untuk memperkeruh suasana atau memicu provokasi di tengah derita bencana yang masih membelenggu warga Manggarai Timur.(*)





