Ujian Akhir Disertasi, Junardin Djamaluddin Angkat Mitigasi Banjir Berbasis Lanskap Perkotaan di Makassar

BERANDANEWS – Makassar, Junardin Djamaluddin, mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas), melaksanakan ujian akhir disertasi dengan mengangkat isu mitigasi bencana banjir melalui pengembangan lanskap perkotaan di Kota Makassar, dengan hasil yang sangat memuaskan.

Ujian akhir disertasi tersebut dijadwalkan berlangsung di Ruang Rapat GB 2 Lantai 2, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin Senin (24/8/2026)

Dalam disertasinya, Junardin mengusung judul “Pengembangan Lanskap Perkotaan Berbasis Mitigasi Bencana Banjir di Kota Makassar.” Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan lanskap perkotaan sebagai salah satu strategi dalam menghadapi risiko banjir yang menjadi salah satu persoalan lingkungan di kawasan perkotaan.

Pendekatan berbasis lanskap tersebut antara lain dapat diarahkan pada pengembangan ruang terbuka dan infrastruktur hijau yang memiliki fungsi ekologis, seperti rain garden, bio-swale, serta kawasan resapan dan pengelolaan air, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem mitigasi banjir perkotaan.

Melalui penelitian ini, pengembangan lanskap tidak hanya dipandang dari aspek estetika kota, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengelolaan lingkungan dan pengurangan risiko bencana. Konsep tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya kawasan perkotaan yang lebih adaptif terhadap ancaman banjir.

Ujian akhir disertasi Junardin Djamaluddin melibatkan tim pembimbing dan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Hazairin Zubair, MS., Dr. Tigin Darisanti, SP., M.Sc., Dr. Ar. Firmansyah, ST., MT., IALI, IAI, Prof. Dr. Ir. Eymal Bahsar Demmallino, M.Si., Prof. Dr. Samsu Arif, M.Si., serta Ir. Hari Iswoyo, SP., MA., Ph.D.

Disertasi tersebut menjadi bagian dari proses akademik Junardin Djamaluddin dengan nomor mahasiswa P033231013 untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin.

Kajian mengenai pengembangan lanskap perkotaan berbasis mitigasi banjir dinilai relevan dengan tantangan pembangunan Kota Makassar yang terus berkembang. Integrasi antara perencanaan ruang, pengelolaan lingkungan, dan strategi pengurangan risiko bencana menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan kondisi lingkungan.(*)