Ratusan Warga Soppeng gelar Shalat Istisqa, Doa dan Harapan di Tengah Kemarau Panjang

BERANDANEWS – Soppeng, Terik matahari dan tanah yang mulai mengering tak menyurutkan langkah ratusan warga di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, untuk merapatkan barisan.

Dengan kepala tertunduk dan kepasrahan mendalam, warga bersimpuh menggelar Shalat Istisqa demi mengetuk pintu langit memohon tumpahan air hujan, Jumat (7/8/2026).

Suasana haru dan khusyuk menyelimuti pelaksanaan ibadah spiritual yang digelar serentak di dua titik, yakni Kecamatan Donri-Donri dan Kecamatan Lilirilau.

Bertempat di Lapangan Sepak Bola Latemmamala, Desa Tottong, Donri-Donri, tak kurang dari 350 jamaah memadati lapangan. Gema zikir membumbung tinggi sebelum shalat dimulai di bawah pimpinan Ustaz H. Muh. Wardi Maqqi. Anak-anak, orang tua, hingga tokoh masyarakat larut dalam doa, memohon ampunan sekaligus bertawasul agar kemarau yang melanda Soppeng segera berakhir.

Hal serupa terpancar di Lapangan Pondok Pesantren Darussolihin Berru, Kelurahan Ujung, Lilirilau. Para santri dan santriwati berdiri sejajar bersama jajaran aparat kecamatan, Kapolsek Lilirilau AKP Aidil, hingga jajaran pengajar KUA. Isak tangis dan doa tulus terpancar dari wajah-wajah mungil para santri yang merindukan sejuknya tetesan hujan.

Ikhtiar Kebersamaan dan Harapan Segar
Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, yang turut mengawal keamanan jalannya ibadah, menyebut momen ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan potret kerendahan hati manusia di hadapan Sang Pencipta.

“Shalat Istisqa mengajarkan kita tentang kerendahan hati, kebersamaan, dan pentingnya ikhtiar. Semoga doa tulus warga hari ini diijabah, dan Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat serta keberkahan bagi bumi Soppeng,” tutur Hari.

Sinergi antara pemerintah, aparat, tokoh agama, dan masyarakat yang bersatu di atas sajadah menjadi secercah harapan: bahwa di tengah cobaan kemarau, kebersamaan dan doa adalah penyejuk terbaik sebelum hujan benar-benar membasahi tanah mereka.(*)