BERANDANEWS — Makassar, Antrean panjang kendaraan yang mengular hingga meluber ke badan jalan masih menghiasi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar. Pemandangan ini dipicu oleh melonjaknya permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, terutama jenis Bio Solar.
Barisan antrean tersebut didominasi oleh berbagai jenis armada, mulai dari kendaraan pribadi, bus antarkota, hingga truk logistik lintas provinsi yang memadati jalur-jalur strategis.
Menanggapi fenomena yang mengganggu arus lalu lintas ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan telah menyiapkan sejumlah langkah darurat.
Efek Migrasi Pengguna BBM Non-Subsidi
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh perpindahan masif konsumen BBM non-subsidi ke jenis bersubsidi akibat disparitas harga yang kian melebar.
“Saat ini Pertamina berupaya maksimal untuk mendistribusikan BBM lebih cepat. Dinamika antrean di sejumlah daerah terjadi karena banyak pengguna BBM non-subsidi beralih ke bersubsidi, sehingga memicu penumpukan di pengisian Pertalite dan Bio Solar,” terang Lilik, Jumat (7/8/2026).
Opsi Penanganan: Tambah Kuota 15% hingga Petugas Khusus
Guna mengurai kemacetan dan mempercepat pelayanan, Pertamina meluncurkan sejumlah langkah taktis di lapangan:
Injeksi Pasokan Extra: Menambah alokasi BBM bersubsidi sebesar 10 hingga 15 persen, khususnya di SPBU jalur padat dan sepanjang perlintasan Trans Sulawesi.
Menambah Armada Mobil Tangki dengan Mengerahkan unit tangki cadangan untuk mempercepat pengisian ulang ke SPBU yang kehabisan stok. Dan menempatkan petugas pengatur antrean di titik-titik rawan kemacetan agar arus masuk-keluar SPBU lebih tertib.
Selain itu, Pertamina juga memperketat koordinasi dengan Kepolisian, BPH Migas, serta Pemerintah Daerah untuk memantau penyaluran agar tepat sasaran dan mencegah praktik penyalahgunaan.
Lilik juga mengimbau pemilik kendaraan agar tidak melakukan pembelian berlebih secara emosional (panic buying).
“Kami berharap masyarakat tetap bijak dalam menggunakan energi, tidak panic buying, serta mengisi BBM sesuai dengan spesifikasi kendaraan agar performa mesin tetap optimal,” tutupnya. (*)





