Pesan Menohok Kajati Sulsel Sebelum Pamit: Jangan Transaksional dan Jaga Nama Baik Institusi!

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Sila H. Pulungan saat memimpin rapat staf evaluasi yang digelar secara hibrid dari Kantor Kejati Sulsel

BERANDANEWS – Makassar, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Sila H. Pulungan, menyampaikan pesan mendalam sekaligus peringatan keras kepada seluruh jajaran insan Adhyaksa se-Sulawesi Selatan. Pesan tersebut ditegaskan saat memimpin rapat staf evaluasi yang digelar secara hibrid dari Kantor Kejati Sulsel, Selasa (4/8/2026).

Rapat vital ini dihadiri langsung oleh Wakajati Sulsel Prihatin, para Asisten, serta Koordinator. Sementara seluruh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) se-Sulsel mengikuti jalannya pengarahan secara virtual.

Dalam arahannya, Sila H. Pulungan mengawali dengan evaluasi menyeluruh atas hasil kunjungan kerjanya di berbagai satuan kerja (satker) daerah. Ia meminta setiap satker bergerak cepat menindaklanjuti seluruh rekomendasi guna memastikan perbaikan tata kelola dan kepatuhan hukum di wilayah masing-masing.

Tak hanya itu, Kajati juga menggarisbawahi instruksi dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Ia meminta jajarannya memperkuat sinergi dan komunikasi antar-instansi, terutama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait proses audit penanganan perkara.

Di sisi lain, jajaran Kejaksaan di daerah diimbau untuk aktif memetakan Potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) demi menjaga stabilitas wilayah.

“Tugas kita adalah menjaga daerah dari sisi penegakan hukum agar masyarakat tenang dan investasi datang. Bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan media massa. Jangan mencari-cari kesalahan apalagi menzalimi,” tegas Sila H. Pulungan.

Peringatan paling tajam dilayangkan Kajati terkait integritas aparat penegak hukum di lapangan. Ia melarang keras para jaksa terlibat dalam praktik transaksional maupun pengondisian proyek.

“Saya tegaskan kembali, jangan pernah bermain dengan proyek atau kegiatan. Intinya jangan transaksional dan jangan minta-minta proyek,” cetusnya.

Menjelang masa akhir jabatannya di Sulawesi Selatan, Sila H. Pulungan menutup pengarahan dengan pesan moral yang menyentuh hati seluruh insan Adhyaksa.

“Peliharalah tempat di mana kita bekerja, dan jaga terus nama baiknya. Sekalipun tempat ini tidak membuatmu kaya, tapi institusi inilah yang telah menghidupimu,” pungkasnya.(*)