
BERANDANEWS — Gowa, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pusat Pengembangan Literasi Digital, BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut berlangsung di Ruang Rapat Senat FDK UIN Alauddin Makassar, Senin (10/8/2026).
Dekan FDK UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd Rasyid Masri, M.Pd., M.Si., M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga di era modern. Menurutnya, kesuksesan tidak dapat diraih tanpa adanya jejaring yang kuat untuk menyelesaikan berbagai tantangan bersama.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap ada peningkatan kinerja institusi dan optimalisasi peran kedua belah pihak. Kami sangat terbuka untuk pengembangan SDM, seperti penyediaan wadah magang atau PPL bagi mahasiswa kami yang selama ini disalurkan ke TVRI, RRI, maupun lembaga penyiaran lainnya,” ujar Prof. Rasyid.
Ia juga menyentuh kebutuhan mendasar kampus terkait pengembangan sarana pendukung. “Kami berharap kemitraan ini dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih jauh, termasuk dalam pemenuhan sarana laboratorium dakwah dan komunikasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi, Rizki Ameliah, S.S., M.Si., menyambut hangat kolaborasi ini. Ia merasa memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan UIN Alauddin Makassar, mengingat almarhum ayahnya dahulu pernah mengabdi sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin di kampus tersebut.
Rizki menjelaskan bahwa FDK memiliki posisi yang sangat strategis dalam menyampaikan pesan-pesan literasi digital kepada masyarakat luas, mirip dengan misi dakwah.
“Di Komdigi, program literasi digital berfokus pada empat pilar utama yang kami sebut CABE: Cakap Berdigital, Aman Berdigital, Budaya Berdigital, dan Etika Berdigital. Empat pilar ini sangat tepat diimplementasikan kepada mahasiswa dan akademisi FDK,” terang Rizki.
Ia menambahkan, program penguatan literasi digital ini mencakup berbagai lapisan masyarakat tanpa terkecuali (nobody left behind), mulai dari pengabdian dosen, pembekalan mahasiswa KKN dan lulusan baru (fresh graduate), kelompok keagamaan, hingga lansia.
Mengenai penguatan infrastruktur digital seperti penyediaan akses internet gratis di titik publik, Rizki menyebutkan bahwa Komdigi memiliki unit kerja seperti BAKTI. Namun, fokus utama BPSDM Komdigi saat ini adalah penyiapan SDM terlebih dahulu agar ruang digital diisi dengan hal positif dan terhindar dari penyebaran hoaks.
“Sebelum infrastruktur diperluas, kita harus memastikan SDM-nya mumpuni dan bijak bermedia sosial. Ke depan, kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di FDK saja, tetapi juga bisa menjangkau fakultas-fakultas lain di UIN Alauddin Makassar,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Dekan FDK UIN Alauddin Makassar dan Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi, kemudian ditutup dengan pertukaran cenderamata serta diskusi informal untuk menindaklanjuti program aksi di wilayah Makassar.(*)




