BERANDANEWS – Parepare, Janji manis ketersediaan pasokan energi bersubsidi kembali diuji oleh fakta pahit di lapangan. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite pada Selasa (20/10/2026).
Pantauan di lokasi, salah satu titik kelangkaan terjadi di SPBU 74.911.52 yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang.
Papan informasi bertuliskan ‘Pertalite Habis’ atau ‘Dalam Pengiriman’ terpampang jelas di area dispenser, memaksa belasan pengendara roda dua putar balik atau pasrah merogoh kocek lebih dalam untuk membeli BBM non-subsidi jenis Pertamax.
Salah seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa stok Pertalite di tempatnya telah ludes sejak Senin (19/10/2026) malam.
“Iya pak, sudah habis sejak tadi malam. Sekarang masih menunggu pengiriman armada tangki dari Kota Makassar. Memang beberapa hari terakhir pasokan BBM subsidi sangat cepat habis,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Kelangkaan yang berulang ini memicu kekecewaan mendalam bagi masyarakat kecil yang mengandalkan Pertalite untuk menopang aktivitas harian mereka.
Seorang pengendara sepeda motor, Bahri, mengaku harus mengelilingi Kota Parepare dan mendatangi dua SPBU berbeda, namun seluruhnya menyajikan pemandangan serupa: papan penunjuk Pertalite habis.
“Ada dua SPBU yang saya datangi sejak pagi, semuanya habis. Tiba di sini ternyata kosong juga. Karena Pertalite habis dan tangki motor sudah mau kering, terpaksa saya beli Pertamax,” tutur Bahri dengan nada geram.
Bahri mengaku sangat kecewa dengan berulangnya insiden kelangkaan BBM subsidi, di saat pemerintah pusat berulang kali mengklaim stok nasional dalam kondisi aman.
“Bosan kita dengar alasan begitu. Katanya stok aman, tapi lihat sendiri di lapangan, sebagian besar SPBU di Parepare ini sering cepat habis. Masa masyarakat kecil dipaksa terus-terusan beli Pertamax?” keluhnya.
Rantai Distribusi BBM di Daerah Masih Rentan
Krisis pasokan Pertalite di Parepare menjadi sorotan tajam di tengah momentum evaluasi dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak dilantik pada Oktober 2024 lalu.
Meskipun pemerintahan Prabowo-Gibran berulang kali menegaskan komitmen untuk mempertahankan subsidi energi serta membenahi tata kelola penyaluran agar tepat sasaran, fakta di lapangan membuktikan bahwa rantai distribusi logistik ke daerah-daerah di luar ibu kota provinsi masih sangat rentan mengalami kendala teknis.
Masyarakat Parepare kini berharap Pertamina dan pemerintah daerah segera mengambil tindakan cepat guna memulihkan pasokan BBM subsidi agar tidak terus-terusan membebani ekonomi rakyat kecil.(*)





