Penerimaan Pajak DJP Sulselbartra Tembus Rp11,41 Triliun, Sinyal Positif Pemulihan Ekonomi

Kantor DJP Sulselbartra Makassar

BERANDANEWS — Makassar, Tren pemulihan dan ekspansi ekonomi di kawasan Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) menunjukkan sinyal yang semakin sehat dan solid.

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulselbartra Kementerian Keuangan RI mencatatkan realisasi penerimaan pajak mencapai Rp11,41 triliun hingga akhir September 2026.

Capaian jumbo tersebut setara dengan 61,53 persen dari total target APBN yang ditetapkan sebesar Rp18,55 triliun untuk wilayah kerja Sulselbartra.

Kepala Bidang Pendaftaran, Ekstensifikasi, dan Penilaian Kanwil DJP Sulselbartra, Agung Pranoto Eko Putro, membeberkan bahwa kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan bruto sebesar 11,07 persen dan pertumbuhan neto mencapai 14,92 persen.

“Tren pertumbuhan positif ini menjadi cerminan bahwa ekspansi basis pajak di wilayah Sulselbartra berjalan sehat seiring pulihnya roda perekonomian masyarakat dan dunia usaha,” ujar Agung Pranoto Eko Putro di kutip Jumat (30/10/2026).

Sulsel Penopang Utama, Sultra Catat Akselerasi Tertinggi

Secara rinci, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menjadi penyumbang kantong penerimaan pajak terbesar di kawasan ini.

Sulsel berhasil merealisasikan penerimaan pajak sebesar Rp7,62 triliun atau 58,28 persen dari target daerah senilai Rp13,08 triliun.

Sementara itu, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan lompatan pertumbuhan paling progresif. Sultra mengumpulkan penerimaan sebesar Rp3,13 triliun atau 68,87 persen dari target Rp4,55 triliun, sekaligus membukukan rekor pertumbuhan neto tertinggi sebesar 26,74 persen.

Di sisi lain, kinerja fiskal Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) juga tergolong menggembirakan dengan realisasi mencapai Rp607 miliar dari target Rp924 miliar (57,46 persen), dengan lonjakan pertumbuhan neto yang sangat signifikan mencapai 48,10 persen.

Perkuat Pengawasan Kepatuhan dan Kejar Target Akhir Tahun

Guna mengamankan sisa target pendapatan negara sebelum penutupan tahun anggaran, Kanwil DJP Sulselbartra telah menyiapkan sejumlah strategi akselerasi.

Agung menegaskan bahwa jajarannya akan memperketat pengawasan potensi perpajakan, khususnya menyasar sektor-sektor usaha yang masih tertinggal.

“Fokus strategi kita ke depan adalah memperkuat tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi maupun badan, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di Sultra dan Sulbar agar tetap membara hingga akhir tahun,” pungkas Agung.

Capaian pajak ini diharapkan dapat kembali ke masyarakat dalam bentuk percepatan pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, serta program perlindungan sosial di kawasan Sulawesi.(*)