
BERANDANEWS – Makassar, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko selaku Ketua Panitia Seleksi Integratif Tingkat Daerah (Panselinda) Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan tes Mental Ideologi (MI) penerimaan Calon Taruna (Catar) Akademi TNI Tahun Anggaran 2026.
Sidak tersebut dilakukan di Balai M. Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Senin (8/6/2026), untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik percaloan maupun mafia werfing.
Dalam keterangannya, Pangdam menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti tes Mental Ideologi merupakan calon taruna yang telah melewati berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan tahap pertama, tes psikologi, hingga tes kesamaptaan jasmani.
“Dari total 420 pendaftar, kini tersisa 96 peserta yang berhak mengikuti wawancara Mental Ideologi secara tertutup oleh tim penguji dari matra Darat, Laut, dan Udara,” ujar Pangdam, pada Senin (8/6/2026) kemarin.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan nilai Intelligence Quotient (IQ) minimal 110 untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Kepada seluruh panitia seleksi, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme selama proses seleksi berlangsung.
“Kalian sudah disumpah untuk melaksanakan seleksi sesuai standar operasional dan ketentuan yang berlaku. Artinya, tidak boleh ada niat sekecil apa pun untuk mengambil keuntungan dari seleksi ini,” tegasnya.
Di hadapan para peserta, Pangdam juga menekankan bahwa kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan, kualitas, dan usaha masing-masing calon taruna.
“Yang bisa meluluskan atau tidak meluluskan kalian adalah diri kalian sendiri. Ingat itu. Saya tidak bisa berperang sendirian melawan mafia werfing,” katanya.
Karena itu, ia meminta para peserta ikut membantu memberantas praktik percaloan dengan menyampaikan kepada masyarakat, khususnya orang tua, bahwa proses penerimaan TNI tidak dipungut biaya.
“Sampaikan kepada orang tua kalian bahwa masuk TNI itu gratis, tidak dipungut biaya. TNI tidak akan mengorbankan institusi yang begitu besar dan dipercaya rakyat hanya untuk merekrut prajurit yang tidak memenuhi syarat,” ujarnya.
Pangdam menambahkan bahwa para calon taruna yang mengikuti seleksi saat ini merupakan calon pemimpin masa depan TNI yang akan menentukan arah dan kemajuan institusi ke depan.
“Kalian adalah calon-calon pemimpin masa depan TNI. Kalianlah yang akan membawa TNI menjadi lebih hebat di masa mendatang,” tuturnya.
Menutup arahannya, Pangdam berharap seluruh rangkaian seleksi berlangsung transparan, adil, dan tidak merugikan pihak mana pun.
“Saya berharap seleksi ini berjalan transparan, adil, dan tidak merugikan siapa pun. Saya tidak memiliki kepentingan untuk membantu siapa pun di sini,” tegas Pangdam.(*)





