Makna Sederhana Di Balik Haul Ke-20 Puang Ramma, Makmur Idrus: Mengingatkan Pentingnya Keikhlasan Dalam Ber-NU

Ilustrasi

BERANDANEWS – Makassar, Peringatan Haul ke-20 Muassis Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan, Syekh Sayyid KH. Jamaluddin Assegaf yang akrab disapa Puang Ramma, menjadi momen refleksi mendalam bagi perjalanan organisasi keagamaan terbesar ini di wilayah Sulsel.

Puang Ramma merupakan salah satu pilar utama generasi muassis yang menanam dan menguatkan akar NU di Sulawesi Selatan. Berbeda dengan kondisi era modern, masa awal perjuangan NU dijalankan di tengah keterbatasan sarana komunikasi, akses transportasi, dan fasilitas administrasi. Berdiri di atas dasar pengorbanan waktu, tenaga, hingga harta, perjuangan Puang Ramma dan para ulama sezamannya bertumpu pada keteladanan serta kekuatan silaturahmi untuk menyatukan pesantren, guru mengaji, dan jemaah masjid.

Iktibar penting dari keteladanan tersebut menjadi sorotan utama Makmur Idrus Assegaf.

Dalam ulasannya, ia menegaskan bahwa para pendiri NU membangun organisasi ini murni atas dasar keikhlasan dan pengabdian, bukan untuk mengejar jabatan, fasilitas, apalagi membangun dinasti kekuasaan.

“Bagi para muassis, NU didirikan agar umat memiliki pegangan hidup dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah tetap terpelihara”, ungkap Makmur Idrus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/9/2026).

Refleksi ini menjadi pengingat penting bagi jajaran pengurus NU masa kini. Kejayaan organisasi tidak sekadar diukur dari megahnya gedung kantor atau maraknya acara seremonial, melainkan dari sejauh mana struktur di tingkat ranting hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, imam masjid, hingga guru mengaji.

“Memperingati haul Puang Ramma bukan sekadar momentum mendoakan dan mengenang riwayat hidup beliau, melainkan ajakan untuk bermuhasabah. Warisan moral, kesabaran, dan ketulusan yang ditinggalkan Puang Ramma menjadi standar nilai yang harus terus dijaga agar NU senantiasa berjalan sesuai niat awal para pendirinya”, tambahnya.

Haul ke-20 Syekh Sayyid Jamaluddin As-Sagga akan digelar di Masjid Baitul Izzah, Jalan Baji Bicara, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (6/9/2026) besok, dan diperkirakan akan dihadiri sekitar 2.000 jemaah dari berbagai daerah.(*)