Kemenhaj RI Atur Pergerakan Jemaah Jelang Armuzna, Fokus Jaga Kesehatan dan Keselamatan

Anggota Timwas Haji DPR RI Wisnu Wijaya saat melakukan pengawasan haji 2024 di Mekkah, Arab Saudi. (Dok: DPR RI)

BERANDANEWS – Jakarta, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menerbitkan edaran terkait pengaturan pergerakan jemaah haji menjelang fase puncak ibadah haji, yakni Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Kebijakan ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah di tengah potensi kepadatan serta kelelahan selama pelaksanaan ibadah.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa pengaturan pergerakan jemaah menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi risiko gangguan kesehatan menjelang puncak haji.

“Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah mengeluarkan edaran terkait pengaturan pergerakan jemaah. Edaran ini menjadi langkah mitigasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah, khususnya dalam mengantisipasi kepadatan, kelelahan, dan risiko gangguan kesehatan jelang fase puncak ibadah haji,” ujar Maria dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemenhaj, Senin (11/5/2026).

Maria mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi ketentuan pergerakan yang telah ditetapkan selama operasional haji berlangsung.

“Kami meminta seluruh jemaah mengikuti ketentuan pergerakan yang telah ditetapkan, baik dalam aktivitas dari hotel ke Masjidil Haram, perjalanan dari Madinah ke Makkah, maupun dalam persiapan menuju rangkaian Armuzna,” katanya.

Ia menegaskan, kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan petugas menjadi faktor penting agar penyelenggaraan haji berjalan tertib dan aman.

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beraktivitas fisik menjelang fase puncak haji.
“Fase puncak haji membutuhkan energi besar. Karena itu, jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri,” tegas Maria.

Ia juga mengajak jemaah untuk memanfaatkan waktu menjelang Armuzna dengan menjaga stamina, memperkuat niat, serta memperbanyak doa sebagai persiapan ibadah.

Hingga hari ke-21 operasional haji, tercatat sebanyak 341 kloter dengan 132.057 jemaah dan 1.361 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, 240 kloter dengan 92.767 jemaah dan 960 petugas telah tiba di Makkah untuk bersiap menghadapi fase puncak ibadah haji.(*)