BERANDANEWS — Makassar, Janji damai seolah lenyap begitu saja. Aksi tawuran antar-kelompok remaja di area perbatasan Kandea 3 dan Barayya (Kecamatan Tallo dan Bontoala), Kota Makassar, kembali membara dan membuat suasana permukiman warga mencekam.
Setelah sempat mereda selama beberapa hari, bentrokan susulan kembali pecah pada Rabu (28/10/2026) dini hari sekira pukul 01.30 WITA.
Aksi saling serang meluap di sepanjang pinggir kanal yang menjadi perbatasan alami kedua wilayah tersebut.
Dua kubu pemuda yang berada di seberang kanal saling melempar batu, meluncurkan petasan berdaya ledak sedang, hingga melesakkan anak panah busur yang sangat membahayakan jiwa.
Aksi brutal yang meletus di tengah malam buta tersebut memicu keresahan dan ketakutan mendalam bagi masyarakat sekitar.
Suara dentuman petasan serta letupan batu yang menghantam atap rumah warga membuyarkan lelapnya tidur warga yang sedang beristirahat.
“Tawuran ini terjadi di pinggir kanal, mereka saling serang dari seberang. Sekitar jam 1,” keluh salah seorang warga Kandea.
Kepanikan warga bukan tanpa alasan. Selain suara kegaduhan yang mengganggu ketenangan, warga trauma akan potensi anak panah busur nyasar yang bisa menembus dinding seng rumah atau melukai warga tak berdosa yang berada di sekitaro,l1 area perbatasan.
Desakan Patroli Gabungan Polsek Tallo dan Bontoala
Melihat situasi perbatasan yang terus berulang dan rentan berdarah, masyarakat mendesak aparat kepolisian dari Polsek Tallo dan Polsek Bontoala, bersama pemerintah kecamatan serta kelurahan setempat, untuk tidak sekadar datang membubarkan massa.
Warga menuntut hadirnya pos penjagaan permanen, patroli penyisiran malam hingga subuh, serta langkah persuasif hingga penindakan hukum tegas terhadap para provokator tawuran dari kedua wilayah.
Hingga kini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun besaran kerusakan material akibat bentrokan dini hari tersebut.
Namun, tindakan tegas dan preventif kepolisian sangat dinantikan agar kawasan Kandea-Barayya tak terus-menerus disandera oleh teror tawuran remaja.(*)





