BERANDANEWS – Jakarta, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara resmi mulai berjalan dan diluncurkan pada 6 Januari 2025 lalu, kini arah kebijakan program unggulan Pemerintah tersebut mengalami pergeseran signifikan.
Presiden Prabowo Subianto meminta agar program unggulan tersebut tidak lagi diberikan secara universal, melainkan difokuskan secara spesifik kepada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Langkah ini diambil pemerintah agar pemberian bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi menjangkau anak-anak dari keluarga yang tergolong mampu secara ekonomi.
Menanggapi arahan tegas dari Presiden, Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah bergerak cepat mempersiapkan tim khusus. Tim ini diberi mandat penuh untuk menentukan dan memilah siapa saja penerima manfaat program MBG yang paling berhak.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa tim tersebut akan diterjunkan langsung untuk melakukan survei lapangan guna memvalidasi data. Tujuannya adalah menajamkan pendekatan berbasis kebutuhan agar setiap paket makanan yang disalurkan berdampak langsung pada penurunan angka stunting dan kurang gizi.
”Tim ini akan bekerja memastikan intervensi gizi nasional menjadi lebih efisien. Kita ingin setiap porsi makanan benar-benar diterima oleh anak yang paling membutuhkan,” ungkap Nanik dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, BGN akan bersinergi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kolaborasi ini menyasar anak usia sekolah dan kelompok rentan lainnya hingga ke tingkat daerah.
Selain urusan data, langkah ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan tenaga gizi profesional serta pelaku usaha mikro (UMKM) lokal yang terlibat dalam penyediaan menu sesuai standar kebutuhan harian.(*)






