
BERANDANEWS – Sidrap, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan para petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang mampu membukukan panen padi melimpah hingga 10,4 ton per hektare. Lonjakan produktivitas ini dicapai di tengah tantangan musim kemarau dan ancaman kekeringan.
Pencapaian tersebut dipaparkan Fatmawati usai menghadiri Panen Raya Padi Optimasi Lahan (Oplah) Non-Rawa berbasis Pertanian Modern Advance Agriculture System (PMAAS) di Desa Takalasi, Kabupaten Sidrap.
“Di tengah ancaman kekeringan, ternyata kita masih bisa melaksanakan panen dengan hasil maksimal. Ini bukti nyata sinergi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan dalam mitigasi kekeringan di Kabupaten Sidrap,” ujar Fatmawati Rusdi dalam keterangan resminya, Rabu (19/8/2026).
Lonjakan Produktivitas dan Peran Program Listrik Masuk Sawah
Hasil penimbangan sampel produktivitas di lokasi panen mencatatkan angka 10,4 ton per hektare. Angka ini melonjak signifikan jika dibandingkan dengan capaian musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran 7 ton per hektare.
Menurut Fatmawati, kunci keberhasilan mempertahankan produktivitas lahan di tengah anomali cuaca adalah kolaborasi lintas sektor serta penerapan inovasi teknologi. Salah satu faktor pendorong utama adalah ketersediaan pasokan energi pengairan melalui Program Listrik Masuk Sawah yang diinisiasi bersama PLN.
Atas capaian tersebut, Pemprov Sulsel melayangkan apresiasi kepada Pemkab Sidrap, Kementerian Pertanian, PLN, penyuluh, hingga kelompok tani lokal yang konsisten menjaga ritme produksi.
“Pemprov menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersinergi mewujudkan swasembada pangan serta memperkokoh posisi Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan penopang nasional,” tegasnya.
Penyerahan Bantuan Alsintan dan Penguatan PMAAS
Pada kesempatan yang sama, Fatmawati menyaksikan langsung pengoperasian infrastruktur Listrik Masuk Sawah dan menyerahkan secara simbolis bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa unit pompa air berukuran 3 inci kepada kelompok tani setempat.
Dukungan Alsintan dan elektrifikasi sawah ini diharapkan makin memperkuat penerapan sistem Pertanian Modern Advance Agriculture System (PMAAS) guna mempercepat terwujudnya kedaulatan dan swasembada pangan nasional dari bumi Sulawesi Selatan.(*)




