BERANDANEWS – Makassar, Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan meminta Perum Bulog Wilayah Sulselbar bersama Pemerintah Provinsi Sulsel untuk segera menggelar operasi pasar darurat.
Langkah ini mendesak dilakukan guna menstabilkan harga bahan pokok, khususnya menyelamatkan para peternak telur yang menjerit akibat harga jual telur anjlok di tengah melonjaknya harga pakan ternak.
Tuntutan tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Zulfikar Limolang, saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Sulsel, Makassar.
“Kita minta Bulog bersama Pemerintah Provinsi segera melakukan operasi pasar. Kepada para peternak, kami minta berkoordinasi dengan Satgas Pangan di tingkat kabupaten dan Polres untuk mengontrol serta menjaga stabilitas harga telur,” ujar Zulfikar.
Zulfikar menegaskan, intervensi pemerintah harus adil dan seimbang agar konsumen mendapatkan harga terjangkau tanpa harus mengorbankan keberlangsungan usaha peternak lokal.
Ultimatum Penyedia Pakan Ternak
Menanggapi keluhan peternak terkait melambungnya biaya produksi, Komisi B DPRD Sulsel mematok instruksi tegas kepada para produsen maupun penyedia pakan ternak (integrator) untuk tidak menaikkan harga secara sepihak.
“Pihak integrator maupun penyedia pakan ternak harus sepakat mengikuti instruksi untuk tidak menaikkan harga selama belum ada penetapan resmi harga acuan pakan dari pemerintah,” tegas Zulfikar.
Kenaikan harga pakan yang tak terkendali dinilai menjadi pemicu utama pembengkakan biaya operasional peternak, yang berujung pada kerugian massal di tingkat produsen.
Sebagai langkah jangka pendek, DPRD Sulsel juga mendorong pemerintah menggelar kampanye nasional makan telur guna mendongkrak tingkat konsumsi masyarakat sekaligus menyerap hasil produksi peternak.
Dalam RDP tersebut, Komisi B turut mendalami dugaan keterkaitan antara kenaikan harga pakan dengan kebijakan impor bahan baku, khususnya kedelai. Namun sayang, PT Berdikari selaku BUMN pengimpor yang dipanggil untuk memberikan penjelasan justru berhalangan hadir.
“Kami sebenarnya ingin menggali lebih dalam apakah ada pengaruh kebijakan impor kedelai terhadap lonjakan harga pakan ini,” cetus Zulfikar.
Gelombang desakan ini merupakan buntut dari aksi damai ratusan peternak di depan Kantor Gubernur dan DPRD Sulsel sebelumnya.
Dalam aksi tersebut, para peternak meluapkan frustrasinya dengan membagikan telur dan ayam secara gratis kepada pengguna jalan sebagai bentuk protes atas ironi lonjakan harga pakan dan anjloknya harga telur.(*)





