BERANDANEWS — Gowa, Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), terus bergerak cepat mematangkan mesin politik partai. Di bawah nakhoda barunya, langkah strategis penataan internal tidak hanya berfokus pada struktur organisasi formal, tetapi juga menyasar penguatan kualitas dan integritas Sumber Daya Manusia (SDM) para kader secara menyeluruh.
Langkah taktis dan visioner tersebut ditegaskan IAS saat membuka secara resmi kegiatan Orientasi Pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan yang berlangsung di kawasan sejuk Malino, Kabupaten Gowa.
Di hadapan ratusan pengurus dan kader beringin, mantan Wali Kota Makassar dua periode ini menekankan pentingnya kesiapan personal, mentalitas melayani, serta penguatan kapasitas kader agar Partai Golkar tetap menjadi pilihan utama dan dicintai masyarakat Sulsel.
Politik Modern: Jangan Cuma Populer, Kader Harus Mampu Jawab Problem Rakyat
Dalam arahannya, IAS menguraikan bahwa kemenangan dalam kontestasi politik modern tidak lagi bisa diraih hanya dengan mengandalkan popularitas semata. Masyarakat saat ini membutuhkan sosok politisi yang responsif, memiliki kapabilitas kerja nyata, serta hadir memberikan solusi atas persoalan di akar rumput.
“Bagaimana kita mempersiapkan diri sehingga publik memiliki keyakinan penuh untuk memilih kita? Ini menyangkut persoalan kapasitas personal, kemampuan akademis-praktis, serta kesiapan kita dalam menyelesaikan berbagai masalah rakyat di lapangan,” tegas IAS dengan penuh semangat.
Melalui orientasi pengurus di Malino ini, IAS ingin memastikan bahwa seluruh jajaran pengurus DPD Golkar Sulsel diisi oleh figur-figur yang tangguh, tahan uji, memiliki daya saing tinggi, serta peka terhadap dinamika kebutuhan rakyat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
Peringatan Keras untuk Anggota DPRD: Jaga Etika dan Marwah Beringin!
Selain peningkatan kapasitas personal pengurus, IAS memberikan perhatian dan wejangan khusus bagi para kader yang saat ini diamanahkan duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Ia mengingatkan bahwa setiap gerak-gerik, pernyataan, dan perilaku legislator merupakan representasi langsung dari citra dan wajah Partai Golkar di mata masyarakat. Oleh karena itu, disiplin etika dan konsistensi mengawal aspirasi warga adalah harga mati.
“Anggota DPRD itu tidak membawa nama pribadi saja, melainkan membawa nama besar dan marwah Partai Golkar. Kader harus mampu membawakan diri dengan baik, menjaga integritas sikap, serta menunjukkan kualitas dan tanggung jawab penuh sebagai wakil rakyat yang amanah,” pesan IAS mendalam.
Konsolidasi dan orientasi pengurus di Malino ini menjadi bagian dari cetak biru (blueprint) jangka panjang kepemimpinan IAS untuk mengembalikan era kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan, sekaligus membangun fondasi yang kokoh demi meraih kemenangan terukur pada Pemilu mendatang.(*)





