Dorong Transformasi Digital, Mahasiswa Unhas Ciptakan Peta Poin GIS di Desa Cipotakari Sidrap!

BERANDANEWS – Sidrap, Langkah nyata menuju perwujudan desa cerdas (smart village) terus digelorakan oleh akademisi muda. Melalui program KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Zulfikran Alza sukses meluncurkan inovasi bertajuk “Cipotakari Smart Village Map” di Desa Cipotakari, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Program pemetaan digital berbasis Geographic Information System (GIS) ini dirancang khusus untuk menyediakan data spasial terpadu guna mendongkrak potensi ekonomi lokal sekaligus mempermudah perencanaan pembangunan desa.

Desa Cipotakari sendiri sejatinya menyimpan potensi ekonomi yang melimpah, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, hingga industri rumahan seperti pengeringan jagung, pencetakan rak telur, dan pembuatan tali rafia. Namun, seluruh aset dan fasilitas tersebut sebelumnya belum tersusun rapi dalam satu wadah informasi spasial.

Menjawab tantangan tersebut, Andi Zulfikran Alza bersama tim KKN Unhas terjun langsung melakukan survei lapangan, verifikasi data, hingga pengolahan data spasial.

Kemudahan Akses Cukup Lewat Ponsel dan QR Code

Hasil akhir dari program ini menghasilkan peta digital interaktif berbasis Google My Maps yang sangat praktis dan dapat diakses publik secara real-time melalui telepon seluler.

Peta digital tersebut tidak hanya menyajikan batas administrasi dan jaringan jalan, tetapi juga memuat lokasi detail, Fasilitas Umum diantaranya Sekolah, fasilitas kesehatan, dan sarana ibadah.

Kemudian untuk potensi Ekonomi, sebaran sentra UMKM, industri lokal, dan area komoditas warga.

Selain itu kemudahan Akses yang dilengkapi pemindaian QR Code untuk akses cepat warga maupun wisatawan.

Selain versi digital, tim KKN Unhas juga menyerahkan peta cetak, atlas desa, serta buku panduan updating data kepada pemerintah desa setempat agar informasi peta dapat terus diperbarui secara berkelanjutan.

Hadirnya Cipotakari Smart Village Map diyakini dapat memberikan dampak signifikan bagi berbagai elemen masyarakat

“Bagi pemerintah desa, peta ini menjadi pijakan berbasis data akurat dalam merancang pembangunan. Sementara bagi pelaku UMKM, pemetaan ini menjadi etalase digital untuk mempromosikan produk lokal mereka ke tingkat yang lebih luas,” ujar Andi Zulfikran.

Melalui terobosan ini, KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Unhas membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi GIS yang sederhana dan inklusif mampu menjadi motor penggerak transformasi digital desa menuju tata kelola data yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.(*)