Dorong Pemerataan Akses, Disdik Sulsel Prioritaskan Revitalisasi Sekolah 3T dan Digitalisasi Pembelajaran

Kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel)

BERANDANEWS — Makassar, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan memfokuskan program revitalisasi sekolah untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Langkah strategis ini diambil guna memangkas kesenjangan kualitas sarana dan prasarana pendidikan antara pelosok daerah dan wilayah perkotaan.

Kepala Disdik Sulsel, Iqbal Najamuddin, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan tidak boleh berhenti pada fisik bangunan belaka, melainkan harus berdampak langsung pada mutu proses belajar-mengajar.

Fokus Utama Revitalisasi Sekolah Sulsel

Perbaikan Fisik Fungsional dengan mengusulkan dan membenahi gedung sekolah rusak berat di kawasan terpencil agar layak serta aman digunakan.

Dalam Penguatan Fasilitas Digital, pemerintah akan memperlengkap sarana pembelajaran berbasis digital untuk memperluas akses metode belajar modern bagi siswa di daerah terisolir.

Pemerataan Akses Layanan dengan memastikan ketersediaan fasilitas belajar yang setara tanpa terhalang geografis.

Langkah Pemprov Sulsel ini selaras dengan kebijakan nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Pada tahun anggaran 2026, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp14 triliun secara nasional yang menyasar puluhan ribu satuan pendidikan—termasuk sekolah rusak berat, kawasan 3T, dan daerah terdampak bencana.

“Pemerataan pendidikan bukan cuma soal ketersediaan guru, tapi juga memastikan anak-anak kita di wilayah terpencil mendapatkan lingkungan belajar yang layak, aman, dan modern,” pungkas Iqbal di Makassar.(*)