BERANDANEWS – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto secara resmi memaparkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) serta Nota Keuangan 2027 di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Dalam pidato resminya, Kepala Negara mengusung optimisme tinggi dengan mematok sejumlah target raksasa di berbagai sektor mulai dari penekanan kemiskinan, revolusi fasilitas sekolah dan puskesmas, hingga kedaulatan sumber daya alam (SDA).
Di tengah kinerja pendapatan negara yang tumbuh kuat hingga 21,3 persen (YoY) per Juli 2026, Prabowo menegaskan bahwa arsitektur RAPBN 2027 akan didesain ekspansif namun tepat sasaran demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menembus angka 6 persen.
1. Kemiskinan dan Pengangguran Ditekan ke Titik Terendah
Salah satu sorotan utama dalam arsitektur RAPBN 2027 adalah pembenahan indikator kesejahteraan sosial yang dipasang lebih progresif ketimbang tahun sebelumnya:
– Tingkat Kemiskinan: Ditargetkan merosot ke rentang 6,0 – 6,5 persen atau Turun signifikan dibanding target APBN 2026 sebesar 6,5 – 7,5%).
– Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Ditekan ke angka 4,30 – 4,87 persen.
– Rasio Gini (Ketimpangan): Membaik di angka 0,362 – 0,367.
– Indeks Modal Manusia: Digenjot naik mencapai 0,575.
“Dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif, kemiskinan dan pengangguran di tahun 2027 harus turun drastis. Pemberantasan korupsi dan penegakan hukum juga terus kita tegakkan tanpa pandang bulu,” tegas Prabowo.
2. Mega Proyek Pendidikan dan Kesehatan: Bikin Rekor Rekonstruksi
Di sektor pelayanan dasar, pemerintah mencanangkan pembenahan fasilitas publik secara masif yang diklaim menjadi yang terbesar dalam sejarah Indonesia:
Renovasi Sekolah Raksasa: Sebanyak 100.000 sekolah (SD, SMP, SMA, SMK, hingga Pesantren) dipatok rampung direnovasi pada 2027, melanjutkan perbaikan 71.744 sekolah di 2026. Seluruh sekolah di Indonesia ditargetkan tuntas direnovasi pada 2029.
Puskesmas Bertaraf Modern: Sebanyak 10.000 Puskesmas di 7.280 kecamatan akan direnovasi mulai tahun depan dengan mengucurkan anggaran sekitar Rp 4 miliar per unit.
Penguatan RSUD dan Labkesmas: Menyiapkan revitalisasi 441 RSUD dan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat di seluruh kabupaten/kota agar siap merespons darurat kesehatan warga.
3. Gertak Asing! Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Langkah paling berani yang disampaikan Presiden adalah rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis per 1 Januari 2027 sebagai bagian dari kebijakan ekspor satu pintu.
Prabowo menegaskan, Indonesia sebagai pemilik SDA melimpah harus menentukan harganya sendiri, bukan lagi ‘didikte’ oleh negara luar.
“Kalau mereka tidak mau bayar harga yang kita pasang, tidak usah beli! Lebih baik nikel, timah, emas, batu bara, dan minyak itu tetap di dalam tanah untuk anak cucu kita. Kopi kita, biar kita minum sendiri!” cetus Prabowo disambut tepuk tangan hadirin.
4. Menuju Era Mobil Listrik Nasional 2028 dan 8 Program Prioritas
Melengkapi arah pembangunan nasional, Presiden membocorkan bahwa proyek Mobil Listrik Nasional siap diproduksi secara massal pada akhir tahun 2028 mendatang dari pabriknya di Subang, Jawa Barat, menyusul ekosistem motor listrik yang telah beroperasi di Cikarang.
Seluruh target besar di atas akan bermuara pada 8 Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) 2027:
– Kedaulatan Pangan
– Kemandirian Energi dan Air
– Akses dan Kualitas Pendidikan
– Layanan Kesehatan
– Hilirisasi dan Industrialisasi
– Pembangunan Infrastruktur, Perumahan, dan Ketahanan Bencana
– Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Desa
– Penurunan Kemiskinan Ekstrem.(*)





