BERANDANEWS – Gowa, Aliansi Masyarakat Gowa yang mengatasnamakan diri Suara Siri’ na Pacce Gowa menggelar aksi damai di Kabupaten Gowa, Kamis (2/7/2026).
Massa aksi mendesak Bupati Gowa, Hj. Husniah Talenrang, agar menghadiri sidang Panitia Khusus (Pansus) DPRD Gowa yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli 2026 mendatang.
Dalam aksinya, massa meminta Bupati Gowa memberikan keterangan secara terbuka terkait dugaan perselingkuhan yang sebelumnya mencuat dan menjadi perhatian publik di Kabupaten Gowa.
Koordinator aksi, Zainuddin, mengatakan masyarakat membutuhkan kejelasan atas isu yang berkembang tersebut.
“Kami meminta agar semua yang dituduhkan dapat diungkapkan kebenarannya karena persoalan ini telah mencederai perasaan masyarakat Gowa. Gowa dikenal dengan budaya siri’ na pacce yang selama ini menjadi pedoman hidup masyarakat,” ujar Zainuddin dalam orasinya.
Menurutnya, sebagai kepala daerah, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
“Sebagai kepala daerah, Ibu Bupati seharusnya menjadi contoh dan suri teladan bagi masyarakat, bukan memberikan contoh yang dinilai tidak baik dan tidak pantas untuk ditiru,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat menginginkan adanya penjelasan terkait berbagai tuduhan yang beredar di tengah masyarakat.
“Rakyat Gowa hanya menginginkan kejelasan mengenai semua tuduhan yang berkembang. Kami berharap persoalan ini dapat dijelaskan secara terbuka,” tambahnya.
Selain mendesak kehadiran Bupati dalam sidang Pansus, massa juga menyampaikan tuntutan agar Bupati Gowa mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka menilai isu yang berkembang telah mencoreng marwah masyarakat Gowa yang selama ini menjunjung tinggi nilai budaya siri’ na pacce.
Aksi berlangsung dengan tertib dan damai di bawah pengawalan aparat keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Gowa terkait tuntutan massa maupun kepastian kehadirannya dalam sidang Pansus DPRD Gowa yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (6/7/2026).
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dan hak jawab dari Bupati Gowa maupun Pemerintah Kabupaten Gowa terkait tuntutan dan pernyataan yang disampaikan massa aksi.(*)





