
BERANDANEWS – Makassar, Gemuruh sorak penonton dan gema sarung tinju siap menggetarkan Gedung Olahraga (GOR) Pemuda, Jalan AP Pettarani, Makassar.
Selama delapan hari penuh, mulai 19 hingga 26 Agustus 2026, arena ini bakal menjadi saksi bisu sengitnya persaingan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju Sulsel Round 4 Tahun 2026.
Bukan sekadar ajang perebutan medali biasa, Kejurprov kali ini menyajikan pertarungan bertensi tinggi di 20 kelas kategori elite putra dan putri.
Ratusan petinju terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan siap saling adu jab, hook, hingga uppercut demi membuktikan dominasi mereka di atas kanvas.
Menuju Porprov Wajo-Bone 2026
Di balik gengsi piala dan medali, Kejurprov Round 4 memikul misi strategis yang sangat krusial. Ketua Pengprov PERTINA Sulsel, Harpen Reza Ali, menegaskan bahwa ajang ini diplot sebagai simulasi ujian sesungguhnya sebelum para atlet berlaga di ajang yang lebih besar.
“Kejurprov ini menjadi ajang pemanasan vital bagi para atlet sebelum terjun ke kompetisi sesungguhnya pada PORPROV Wajo-Bone, November 2026 mendatang,” ujar Harpen Reza Ali.
Lampu Kuning Bagi Pelatih dan Atlet
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Kejurprov sebagai tolok ukur utama evaluasi fisik, mental, dan taktik. Menurut Harpen, hasil dari kejuaraan ini harus menjadi bahan analisis mendalam bagi para tim pelatih sebelum membawa nama daerah masing-masing di Porprov.
“Para pelatih masih punya waktu untuk membenahi kekurangan dan kelemahan atletnya. Jika atlet cepat merasa puas sekarang, kekalahan di Porprov mendatang berarti pupusnya asa membawa pulang gengsi daerah,” tegas Harpen.
Agustus ini, Makassar tak hanya menyajikan panggung adu jotos yang memikat, tetapi juga menjadi tempat lahirnya calon juara masa depan olahraga tinju Sulawesi Selatan.(*)




