Tenggelam Saat Berenang Bersama Temannya, Bocah 11 Tahun di Mamuju Ditemukan Meninggal Dunia

BERANDANEWS — Mamuju, Pencarian intensif yang melipatkan tim SAR gabungan di kawasan wisata Pantai Arteri, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), berakhir duka.

Bocah laki-laki berusia 11 tahun bernama M Risman, yang sebelumnya dilaporkan hilang tersapu arus pantai, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan pada Senin (26/10/2026) malam sekira pukul 23.00 WITA, setelah menjalani proses pencarian menyisir perairan selama kurang lebih enam jam.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan penemuan jasad korban yang sempat menyita perhatian masyarakat Mamuju tersebut.

“Iya, korban sudah ditemukan semalam oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 23.00 WITA. Jasad korban mengapung kurang lebih 150 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam,” ujar Iptu Herman Basir saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/10/2026).

Niat Berenang Bersama Teman Berujung Tragedi

Musibah memilukan ini bermula pada Senin (26/10/2026) sore, tatkala korban Risman datang ke Pantai Arteri Mamuju untuk bermain dan berenang bersama rekan-rekan sebayanya.

Berdasarkan hasil penelusuran polisi, tragedi berawal saat salah seorang teman korban mencoba menggendong Risman dari pesisir pantai untuk menyeberang menuju area muara di bawah jembatan arteri.

Namun, saat memasuki perairan di bawah jembatan yang ternyata cukup dalam dan memiliki arus, genggaman pegangan korban mendadak terlepas hingga membuat Risman terseret ke dalam pusaran air.

“Dari keterangan saksi temannya, salah satu rekan sempat menggendong korban hendak menyeberang ke bawah jembatan. Namun saat menyeberang, genggaman terlepas diduga karena kedalaman air di bawah jembatan cukup curam,” jelas Herman.

Pencarian 6 Jam Berakhir di Rumah Duka

Usai menerima laporan darurat, tim gabungan yang terdiri dari personel Polresta Mamuju,

Brimob Polda Sulbar, Basarnas Mamuju, serta dibantu masyarakat setempat langsung menerjunkan tim penyisiran. Setelah enam jam menyisir laut di tengah kegelapan malam, tubuh korban akhirnya ditemukan.

Begitu dievakuasi dari air, jasad Risman langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mamuju menggunakan ambulans untuk menjalani proses visum et repertum.

“Sesaat setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan visum. Setelah seluruh proses medis selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan,” pungkas Iptu Herman Basir.

Peristiwa ini menjadi teguran keras dan peringatan bagi segenap orang tua serta pengunjung kawasan wisata Pantai Arteri Mamuju untuk senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar muara maupun bibir pantai.(*)