Mimpi Megah Stadion Sudiang Diadang Sengketa Lahan, Pemprov Sulsel pastikan Jalan Terus

BERANDANEWS — Makassar, Kerinduan masyarakat Sulawesi Selatan akan hadirnya stadion sepak bola berstandar internasional kembali diuji oleh dinamika klasik: konflik kepemilikan tanah.

Di tengah deru alat berat yang mulai membentuk struktur tribun Stadion Sudiang di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, klaim ahli waris warga lokal mencuat menuntut ganti rugi atas lahan tersebut.

Namun, harapan publik Sulsel dipastikan tidak kandas di tengah jalan. Pemerintah Provinsi Sulsel memilih berdiri tegak mempertahankan proyek strategis bernilai ratusan miliar rupiah ini.

Di balik perselisihan hukum yang merebak, ada optimisme besar untuk menghadirkan iklim olahraga yang layak bagi generasi muda di kawasan Indonesia Timur.

Fakta Legalitas dan Argumen Hukum Pemprov Sulsel

Pegangan Legal SHP: Kepala BKAD Sulsel, Reza Faisal Saleh, menegaskan pengerjaan tidak akan dihentikan karena Pemprov mengantongi Sertifikat Hak Pakai (SHP) sah yang diterbitkan negara.

Titik Klaim Tidak Jelas: Pemprov menilai klaim ahli waris belum terbukti secara teknis karena belum ada hasil plotting resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang menunjukkan lokasi persil tanah warga di tapak proyek.

Pendampingan Hukum: Aparat Penegak Hukum (APH) telah mewanti-wanti Pemprov Sulsel untuk tidak menggelontorkan pembayaran ganti rugi secara gegabah. Saat ini tim hukum Pemprov tengah menyiapkan novum (bukti baru) untuk mematahkan klaim tersebut.

Fakta Teknis dan Target Pembangunan Stadion

Proyek Kolaborasi: Stadion seluas 15 hektare ini dibangun dari dana KemenPU sebesar Rp674,9 miliar dengan penyediaan lahan oleh Pemprov Sulsel. Konstruksi dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan skema multiyears contract (2025–2027).

Kepala Satker Prasarana Strategis KemenPU Sulsel, Iwan, mengungkapkan pengerjaan fokus pada struktur tribun barat, utara, dan timur. Pemasangan struktur hingga rangka atap ditargetkan rampung 65% hingga 70% pada akhir tahun 2026.

Kepala Dispora Sulsel, Suherman, memastikan proyek ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada 2027 dan siap diresmikan sebagai pusat ekosistem olahraga terpadu GOR Sudiang.(*)