BERANDANEWS — Makassar, Komitmen kepedulian ditunjukkan jajaran prajurit Kodam XIV/Hasanuddin terhadap bencana alam yang melanda wilayah tetangga.
Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, memimpin langsung pelepasan pengiriman 6 truk bantuan logistik kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prosesi pelepasan armada bantuan tersebut dipusatkan di Markas Kodam (Makodam) XIV/Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, pada Selasa (18/8/2026).
Mayjen TNI Bangun Nawoko menjelaskan bahwa 6 truk tersebut memuat total 2.212 paket logistik yang dikumpulkan secara swadaya oleh para prajurit Kodam XIV/Hasanuddin beserta keluarga mereka.
“Kodam XIV/Hasanuddin memberangkatkan 6 truk bantuan kemanusiaan untuk masyarakat kita di wilayah NTT yang terkena bencana gempa 7,7. Bantuan ini murni berasal dari para prajurit dan keluarganya yang kami himpun dan akhirnya bisa diberangkatkan hari ini,” ujar Mayjen Bangun usai memimpin pelepasan bantuan, Selasa (18/8/2026).
Rincian Logistik dan Skema Pengiriman Air Lift
Rincian ribuan paket logistik yang disalurkan meliputi:
– Makanan Pokok dan Suplemen: 1.810 dus mi instan, 189 dus biskuit, dan 50 dus susu kental manis.
– Kebutuhan Sanitasi dan Bayi: 100 dus popok bayi (pampers) serta 50 dus pembalut wanita.
– Perlengkapan Darurat: 10 lembar terpal ukuran besar dan 3 paket besar obat-obatan medis.
Untuk memastikan bantuan tiba dengan cepat di lokasi bencana, pengiriman akan memanfaatkan armada udara (air lift) pesawat Hercules milik TNI AU melalui Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin.
“Rencananya bantuan diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI AU dari Lanud Hasanuddin. Skema ini telah kami koordinasikan dengan Kaskoopsud II serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” lanjut Pangdam.
Wujud Simpati dan Kesiapsiagaan Pasukan Bencana
Pangdam berharap uluran tangan dari para prajuritnya dapat meringankan beban penderitaan warga NTT yang tengah berjuang memulihkan diri pasca-guncangan gempa hebat.
“Besar harapan kami bantuan ini bisa sedikit meringankan beban rakyat NTT. Inilah bentuk kecintaan, keprihatinan, serta empati kami kepada saudara-saudara di sana. Tetap semangat untuk bangkit bersama TNI dan seluruh rakyat Indonesia,” tutur Mayjen Bangun.
Mengenai pengerahan personel ke lokasi bencana, Mayjen Bangun menegaskan bahwa saat ini fokus utama baru pada pengiriman bantuan logistik. Kendati demikian, unit pasukan tanggap bencana Kodam XIV/Hasanuddin tetap dalam posisi standby dan siap diterjunkan sewaktu-waktu sesuai instruksi komando atas.
“Untuk pergerakan personel, kami masih menunggu perintah dari Panglima TNI atau Kasad. Namun demikian, pasukan Kodam Hasanuddin selalu memiliki unit yang siap sedia (standby) untuk mengatasi berbagai kegiatan darurat bencana,” pungkasnya.(*)





