BERANDANEWS – Makassar, Kabar baik datang bagi petani di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Di tengah awal musim panen kedua yang belum berlangsung merata, harga gabah kering panen masih bertahan tinggi hingga mencapai Rp7.200 per kilogram. Kondisi ini memberikan keuntungan lebih bagi petani yang mulai memanen hasil sawahnya.
Meski harga gabah berada di atas harga acuan pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram, Perum Bulog Cabang Makassar memastikan tetap melakukan penyerapan hasil panen petani di wilayah kerjanya.
Pemimpin Bulog Kantor Cabang Makassar, Faris Sudirman AR, mengatakan tingginya harga gabah saat ini dipengaruhi belum masuknya masa panen raya. Produksi gabah yang masih terbatas membuat harga di tingkat petani relatif tinggi.
“Saat ini panen baru berlangsung di beberapa wilayah seperti Gowa, Takalar, dan Pangkep. Karena belum memasuki panen raya, harga gabah memang masih berada di atas harga acuan,” ujar Faris, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, Bulog tidak ingin menunggu harga turun untuk melakukan pembelian. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Gabah Mahal Dialihkan ke Beras Premium
Faris mengakui bahwa harga gabah di atas Rp7.000 per kilogram cukup berat jika seluruhnya dimasukkan ke dalam skema Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Karena itu, Bulog menyiapkan strategi dengan mengolah sebagian gabah menjadi beras premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.
“Kami memiliki skema pengadaan untuk beras premium sehingga petani tetap mendapatkan harga yang baik tanpa membebani program cadangan beras pemerintah,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai menjadi solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Petani tetap memperoleh harga jual yang kompetitif, sementara kebutuhan pasar terhadap beras premium dapat terpenuhi.
Permintaan Beras Premium Terus Meningkat
Tingginya penyerapan gabah juga didorong meningkatnya permintaan beras premium, khususnya di Kota Makassar.
Menurut Faris, tren konsumsi masyarakat kelas menengah ke atas terhadap beras premium menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
Selain itu, sejumlah mitra Bulog di lapangan masih melakukan pembelian gabah petani dengan harga sekitar Rp6.000 per kilogram, sehingga aktivitas serapan hasil panen tetap berjalan.
“Permintaan beras premium cukup tinggi dan selama musim panen terus berlangsung, kami optimistis kebutuhan pasar dapat terpenuhi,” katanya.
Penjualan Beras Premium Lampaui Target
Kinerja Bulog Makassar di sektor beras premium juga menunjukkan capaian yang positif.
Hingga pertengahan Juli 2026, Bulog Makassar telah menjual sekitar 7.000 ton beras premium, jauh melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 5.000 ton.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap beras premium sekaligus menjadi peluang pasar yang menguntungkan bagi petani dan pelaku usaha penggilingan.
Cadangan Beras Aman hingga Tahun Depan
Selain fokus menyerap hasil panen petani, Bulog Makassar memastikan stok beras di gudang masih sangat aman.
Saat ini, Bulog Makassar yang membawahi wilayah Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Gowa, dan Takalar memiliki cadangan beras sekitar 86.000 ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan, termasuk mendukung program bantuan sosial pemerintah yang dijadwalkan mulai disalurkan pada Agustus 2026.
Dengan kondisi stok yang aman dan serapan gabah yang terus berjalan, Bulog optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus mendukung kesejahteraan petani Sulawesi Selatan selama musim panen berlangsung.(*)





