BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Dikepung Cuaca Kering dan Ancaman Karhutla

BERANDANEWS – Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis laporan terbaru mengenai prospek cuaca mingguan periode 25 September hingga 1 Oktober 2026.

Dalam laporannya, BMKG menegaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam cengkeraman kondisi cuaca kering ekstrem

Fenomena hari tanpa hujan yang berlangsung lebih dari 60 hari terpantau mendominasi wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Minimnya tutupan awan memicu suhu permukaan meningkat hingga melampaui 37 derajat Celcius, yang berisiko memicu dehidrasi pada warga

Waspada Titik Panas
Berdasarkan pantauan citra satelit per 24 September 2026, ratusan titik panas (hotspot) masih terdeteksi, dengan jumlah terbanyak berada di Kalimantan (215 titik) serta wilayah Maluku dan Papua (129 titik). BMKG memperingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, hingga Lampung.

Dinamika Atmosfer dan Prakiraan Cuaca
Meski pengaruh iklim global (fenomena El Nino) cenderung menekan curah hujan, BMKG mencatat bahwa dinamika atmosfer regional, seperti MJO dan gelombang Rossby ekuatorial, masih dapat memicu hujan lokal di beberapa wilayah

Untuk periode 25-27 September 2026, cuaca di Indonesia umumnya berawan hingga hujan ringan. Namun, masyarakat di Sumatera Utara, Bengkulu, dan Papua Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat.

Sementara untuk periode 28 September hingga 1 Oktober 2026, potensi hujan lebat diprediksi akan berpindah ke wilayah Sumatera Barat dan Papua Pegunungan

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi musim kemarau, menjaga kesehatan, menghemat air, dan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah guna mencegah bencana yang lebih luas (*)