Setelah 18 Tahun, Indonesia Kembali Ekspor Beras: 2.280 Ton ke Arab Saudi, 2.000 Ton/Bulan ke Malaysia, Target 1 Juta Ton di 2026

Ilustrasi

BERANDANEWS – Jakarta, Indonesia resmi kembali menjadi negara eksportir beras setelah hampir dua dekade. Kementerian Pertanian melepas ekspor perdana 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi pada Maret 2026 lalu.

Bersamaan dengan itu, Perum Bulog membuka penawaran ekspor 2.000 ton per bulan ke Malaysia sebagai bagian dari target 1 juta ton ke negara tetangga sepanjang 2026.

Langkah ini diambil seiring melonjaknya stok beras pemerintah yang diproyeksikan tertinggi dalam 18 tahun terakhir.

Sebelumnya, Menteri Pertanian melepas secara simbolis 2.280 ton beras premium merek Befood Nusantara di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 4 Maret 2026. Beras senilai ±Rp38 miliar itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Tak hanya Arab Saudi, Perum Bulog juga menyatakan kesiapan mengekspor beras ke pasar regional. Berdasarkan data Bulog yang disampaikan di akun resminya, perusahaan siap mengirim 1 juta ton beras selama 2026 ke Malaysia, Timor-Leste, dan Papua Nugini.

Untuk Malaysia, Bulog bahkan sudah menyiapkan skema ekspor rutin 2.000 ton per bulan dan saat ini tinggal menunggu finalisasi koordinasi dengan Kementerian Perdagangan.

“Bulog menargetkan ekspor 1 juta ton di 2026 ke negara tetangga. Malaysia minta 2.000 ton/bulan, sudah kami siapkan,” kata Dirut Bulog dalam keterangan beberapa waktu lalu.

Wamentan Sudaryono menambahkan, Filipina juga masuk radar perluasan pasar ekspor karena Indonesia surplus produksi.

“Kebutuhan haji saja 20.000-50.000 ton per tahun, belum untuk umrah dan 2 juta diaspora Indonesia di Arab Saudi,” ujarnya.

Kebangkitan ekspor beras ini didorong oleh stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang melimpah. Data Badan Pangan Nasional menyebut stok beras pemerintah per 7 November 2025 mencapai 3,923 juta ton, terdiri dari 3,743 juta ton CBP dan 180,1 ribu ton komersial.

Proyeksi stok akhir CBP 2025 bahkan bisa tembus di atas 3 juta ton, tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Terakhir kali stok akhir CBP tanpa impor mencapai >3 juta ton belum pernah terjadi dalam 18 tahun terakhir. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut produksi beras 2025-2026 naik 13%.

Kabar ekspor ini ramai di media sosial. Banyak netizen menyambut positif kembalinya Indonesia sebagai eksportir: “Akhirnya setelah 18 tahun ekspor lagi”. Namun, kekhawatiran juga muncul soal harga beras dalam negeri yang dinilai masih tinggi meski stok melimpah. “Beras kita saja masih mahal, harusnya bisa turun lagi,” tulis salah satu komentar.

Sebagai informasi, Indonesia terakhir kali mencatat ekspor beras signifikan pada 2008-2009 dengan stok akhir 1,1-1,6 juta ton tanpa impor. Pemerintah menegaskan ekspor dilakukan tanpa mengganggu stok dalam negeri karena penyerapan gabah petani ditargetkan 4 juta ton.(*)