BERANDANEWS – Makassar, Hingga Maret 2026 sebanyak 751 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk dan telah melayani 1.982.676 jiwa penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan.
Hal ini disampaikan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulawesi Selatan (Sulsel) Hari Utomo, Rabu (06/5/2026).
“Untuk penerima manfaat program MBG di Sulsel itu bertambah menjadi 1,98 juta jiwa lebih dengan 751 SPPG yang telah terbentuk di 24 kabupaten/kota di Sulsel,” ujarnya.
Hari menjelaskan kehadiran ratusan SPPG dalam pelaksanaan Program MBG memberikan dampak luas bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Dengan penerima manfaat 1,98 juta orang yang mayoritas merupakan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Selain itu Program MBG juga menyasar ibu hamil serta bayi di bawah dua tahun atau baduta, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Jadi tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan dan gizi, pelaksanaan Program MBG di Sulawesi Selatan juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah,” ucapnya.
Hari Utomo mengatakan rantai pasok program ini melibatkan sebanyak 1.665 penyuplai, mulai dari penyedia bahan pangan hingga mitra pendukung lainnya.
“Keterlibatan penyuplai lokal ini turut mendorong perputaran ekonomi di daerah serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah,” katanya.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, lanjut dia, Program MBG juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar. Hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 34.429 tenaga kerja terlibat secara langsung dalam operasional SPPG di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.
Menurutnya, angka ini mencerminkan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja.
Hari menegaskan pihaknya akan terus mendukung keberlanjutan dan penguatan Program MBG melalui pengelolaan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, dapat terus terjaga agar manfaat program ini semakin dirasakan luas oleh masyarakat Sulawesi Selatan,” terangnya.(*)






