Tragedi di Lintasan Balap: Mobil Drag Race Hantam Penonton di Kotamobagu, 8 Meninggal Dunia

Mobil Drag Race Hantam Penonton di Kotamobagu

BERANDANEWS — Kotamobagu, Suasana riuh sorak penonton di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Drag Race Kotamobagu Championship 2026 mendadak berubah menjadi jerit histeris dan tangis duka.

Sebuah mobil balap hilang kendali hingga menerobos pagar pembatas dan menghantam kerumunan warga di garis finis, Ahad (9/8/2026) sore.

Insiden maut yang terjadi sekitar pukul 15.50 WITA di sirkuit non-permanen Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara ini memakan banyak korban.

Dari data kepolisian, delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sembilan penonton lainnya harus menjalani perawatan intensif akibat luka-luka.

Peristiwa memilukan tersebut bermula saat joki bernama Tian Ngantung, yang membela tim Mc Joe, turun di kategori kelas bergengsi Free For All (FFA). Di tengah raungan mesin dan kencangnya tancapan gas menuju garis finis, kendaraan yang dipacu Tian tiba-tiba mengalami kendala teknis fatal.

Plt Kasi Humas Polres Kotamobagu, AKP Joko Setiyono, menjelaskan bahwa dalam kecepatan sangat tinggi, mobil tersebut mendadak tak terkendali.

“Saat Tian Ngantung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, mobil mengalami trouble ketika memasuki titik finish sirkuit,” ujar Joko dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Laju mobil yang tak lagi bisa dikendalikan itu melenceng tajam ke sisi kiri lintasan. Hanya dalam hitungan detik, kendaraan besi itu merusak pagar pembatas dan langsung menghantam deretan warga yang tengah asyik menyaksikan jalannya balapan. Kebahagiaan warga yang mengisi akhir pekan seketika sirna berganti kekacauan.

Petugas medis, panitia penyelenggara, serta aparat kepolisian yang berada di lokasi langsung berhamburan melakukan evakuasi darurat. Suasana mencekam menyelimuti proses penyelamatan para korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Monompia dan RSUD Kotamobagu.

“Total ada 17 orang yang menjadi korban dalam insiden ini. Sebanyak 8 orang dilaporkan meninggal dunia, dan 9 korban lainnya masih menjalani perawatan medis akibat luka-luka,” pungkas Joko.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih dalam mengenai penyebab pasti gangguan teknis kendaraan serta kelayakan standar keamanan sirkuit non-permanen tersebut.(*)