Tahukah Anda, ternyata Wi-Fi diciptakan Secara Tidak Sengaja!

97
Ilustrasi Wifi

Seorang ilmuwan Australia bernama John O’Sullivan terinspirasi oleh teori Stephen Hawking tentang penguapan lubang hitam dan gelombang radio. Dia menemukan dan membuktikan teori adanya sinyal.

Saat melakukannya, ia menemukan bahwa sinyal lemah ini sulit dibedakan dari kebisingan latar belakang radio yang lebih keras dari seluruh alam semesta.

Apa sinyalnya?
Sinyal-sinyal ini telah menempuh jarak yang sangat jauh dan sangat kecil serta terdistorsi oleh gas dan debu ruang yang telah mereka lewati.

Menurutnya bentuk gelombang telah berubah dari lonjakan yang tajam dan mudah dikenali, menjadi kurva yang rata.

Karena itulah O’Sullivan dan peneliti di zamannya mulai bekerja menciptakan alat yang dapat mengidentifikasi dan menyaring gelombang radio tersebut.

Setelah bekerja keras, O’Sullivan dan rekannya mampu membuat alat berdasarkan rumus matematika yang akan membantu mereka menemukan gelombang radio ini, memblokir sinyal radio asing untuk mengidentifikasinya.

Namun, mereka tidak berhasil menemukan gelombang radio lubang hitam.

Tahun 1992, John O’Sullivan bekerja untuk CSIRO dan ditugaskan untuk menemukan cara agar komputer dapat berkomunikasi tanpa kabel – sejenis sistem nirkabel.

Mengingat penelitian sebelumnya tentang lubang hitam dan alat yang dia buat untuk mengidentifikasi gelombang radio lubang hitam secara nirkabel, O’Sullivan kembali ke alat yang dia buat sebelumnya.

Dengan menggunakan rumus matematika perangkat ini, ia dapat memodifikasi dan mengubahnya, menggunakan ini sebagai dasar Wi-Fi untuk mencari sinyal radio yang lemah dan tidak jelas di lingkungan yang paling bising.

Penemuan yang dirancang ulang dan tidak disengaja ini menghasilkan royalti sekitar $1 miliar dari CSIRO.

O’Sullivan mematenkannya di negara asalnya pertama kali pada tahun 1992, kemudian di AS pada tahun 1996.(*)