Soal Insentif menunggak, Ratusan Nakes Pertanyakan Kejelasan Pencairan Dana JKN RSUD Syekh Yusuf

BERANDANEWS — Gowa, Gejolak ketidakpuasan meluas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Ratusan tenaga kesehatan (nakes) mulai dari dokter, perawat, hingga staf pendukung menyuarakan kekecewaan terbuka akibat belum dibayarkannya jasa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Para nakes menuding manajemen rumah sakit milik Pemkab Gowa tersebut menunggak pembayaran insentif pelayanan terhitung sejak April hingga pertengahan September 2026.

Penunggakan hak finansial ini dikeluhkan sangat memberatkan para nakes yang menggantungkan pendapatan tersebut untuk kebutuhan harian keluarga. Apalagi, dana klaim BPJS Kesehatan tidak hanya dialokasikan untuk insentif pekerja medis, tetapi juga menjadi tulang punggung biaya operasional vital rumah sakit mulai dari pembelian obat-obatan, tagihan listrik, logistik pasien, hingga honor tenaga pengamanan.

Menanggapi keluhan massal tersebut, Direktur RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa, dr. Rahmat Gaffar, memberikan penjelasannya. Ia meluruskan informasi yang beredar dan membantah tuduhan bahwa penunggakan telah berjalan selama lima bulan.

“Keterlambatan pembayaran sebenarnya baru berjalan tiga bulan, bukan lima bulan seperti kabar yang beredar,” terang dr. Gaffar, Kamis (10/9/2026).

dr. Gaffar menambahkan bahwa saat ini tim manajemen tengah merampungkan tahapan verifikasi dan validasi data klaim untuk periode Juli dan Agustus. Sementara itu, petugas keuangan secara paralel sedang menyelesaikan perhitungan teknis untuk pencairan insentif bulan Juni.

Pihak manajemen berjanji mempercepat seluruh proses administrasi internal agar hak-hak para nakes dapat segera disalurkan dalam waktu dekat.(*)