BERANDANEWS — Parepare, Tribunal Stadion Gelora BJ Habibie mungkin tampak lengang tanpa gemuruh ribuan suporter akibat sanksi disiplin.
Namun, sunyinya tribun tak sedikit pun melunturkan determinasi dan bara semangat para penggawa PSM Makassar.
Dalam drama enam gol yang menguras emosi pada pekan kedua Super League 2026/2027, Ahad (13/9/2026), Juku Eja mempertontonkan aksi pantang menyerah hingga detik terakhir saat menjamu Arema FC.
Laga berlangsung luar biasa sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Anak asuh Darije Kalezic yang mengambil inisiatif serangan justru harus menelan pil pahit lebih dulu.
Lewat skema serangan balik nan cepat, Gabi membobol gawang Hilman Syah di menit ke-29. Situasi makin berpihak pada Arema FC ketika eksekusi penalti Gustavo Franca pada menit ke-35 menggandakan keunggulan Singo Edan menjadi 0-2.
Di saat asa pendukung tuan rumah di rumah mulai meredup, keteguhan mental PSM teruji. Harapan kembali terbuka menjelang turun minum setelah Stefan Jevtovski sukses mengeksekusi penalti di menit 45+1. Babak pertama pun ditutup dengan skor tipis 1-2.
Memasuki babak kedua, ketegangan kian memuncak. Publik dibuat melongo oleh gol spektakuler gelandang Arema FC, Careca, pada menit ke-61. Memanfaatkan posisi kiper Hilman Syah yang terlanjur maju jauh dari sarangnya, Careca melepaskan tembakan spektakuler dari tengah lapangan yang menjebol gawang PSM, merubah skor menjadi 1-3.
Namun, cerita di Parepare belum selesai.
Perjudian Darije Kalezic memasukkan Luka Cumic di pertengahan babak kedua menjadi juru selamat. Hanya berselang beberapa menit setelah masuk, striker asal Serbia itu langsung mencetak gol di menit ke-65 usai memanfaatkan kemelut dari sepak pojok untuk menipiskan jarak menjadi 2-3.
Puncaknya terjadi pada injury time yang mendebarkan. Saat Arema FC sudah di ambang kemenangan, Luka Cumic kembali muncul sebagai pahlawan. Memanfaatkan celah tipis di lini belakang lawan dan lolos dari jebakan offside, Cumic dengan dingin menyontek bola ke gawang Adi Satryo pada menit 90+5.
Gol dramatis tersebut memicu selebrasi emosional seluruh skuad PSM. Skor imbang 3-3 bertahan hingga laga usai sebuah pembuktian nyata bahwa pertarungan belum berakhir sebelum peluit panjang berbunyi.(*)





