Sentuh Hati Korban Kebakaran, ASN KORPRI Makassar Galang Donasi

BERANDANEWS – Makassar, Musim kemarau panjang yang diiringi cuaca panas ekstrem meninggalkan duka mendalam bagi puluhan kepala keluarga di permukiman padat Makassar.

Awal Agustus menjadi saksi bisu amukan si jago merah yang menghancurkan puluhan rumah warga di Jalan Sultan Abdullah (Kecamatan Tallo) serta kawasan Jalan Kandea, Kelurahan Baraya (Kecamatan Bontoala).

Di tengah puing-puing bangunan yang hangus, secercah harapan hangat perlahan hadir.

Pemerintah Kota Makassar bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) merangkul para korban agar tidak berjuang sendirian melewati masa-masa sulit ini.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), memastikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah bergerak bersama secara masif. Tak sekadar hadir saat musibah terjadi, Pemkot berfokus memenuhi kebutuhan paling mendasar dan personal bagi para penyintas.
Menyentuh Kebutuhan Personal: Dari Terpal hingga Susu UHT

Jika bantuan logistik makanan dasar sudah tercukupi dari Dinsos, BPBD, serta posko dapur umum masyarakat, maka aksi sosial galangan dana ASN KORPRI difokuskan menyasar kebutuhan mendesak yang kerap terlewatkan.

Donasi sukarela yang terkumpul hingga kini telah mencapai puluhan juta rupiah.

“Kalau logistik makanan sudah disiapkan Dinas Sosial. Karenanya, kita melihat kebutuhan lain yang sangat dibutuhkan warga di lokasi, seperti pakaian, perlengkapan pribadi, hingga obat-obatan,” tutur Appi, Rabu (12/8/2026).

Bantuan kemanusiaan dari jajaran ASN tersebut diwujudkan dalam bentuk terpal penutup shelter, pakaian dalam bersih, sandal, perlengkapan mandi, hingga 100 dus susu UHT khusus untuk balita dan anak-anak korban kebakaran.

“Setiap SKPD bergerak sesuai tupoksinya untuk merawat warga yang terdampak. Kepedulian sesama lewat bantuan akan terus kita salurkan,” lanjutnya.

Pesan Penting dari Rumah Ke Rumah

Belajar dari duka yang menimpa warga Tallo dan Bontoala, Munafri mengimbau seluruh masyarakat Makassar untuk saling menjaga lingkungan masing-masing. Ia mengingatkan bahwa pencegahan terbaik dimulai dari hal-hal kecil di dalam rumah.

“Kebakaran adalah bencana yang bisa terjadi kapan saja. Saya minta masyarakat tidak menganggap remeh hal kecil: cabut pengisi daya elektronik jika tidak dipakai, periksa berkala kabel stop kontak, dan pastikan kompor benar-benar mati setelah memasak,” imbaunya.

Pemkot Makassar juga menjamin kesiapsiagaan penuh dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) yang disiagakan 24 jam penuh untuk memberikan respon cepat (quick response) demi meminimalisasi potensi kerugian warga.(*)