Sempat Kabur dari Polsek Kalmas, DPO Narkoba Pangkep Berhasil Ditangkap Bersama Teman Wanitanya

Ilustrasi Penangkapan

BERANDANEWS – Pangkep, Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) akhirnya menghentikan pelarian pria berinisial S (21).

Buronan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus peredaran narkoba di Kecamatan Liukang Kalmas ini diringkus petugas pada Kamis malam (13/8/2026).

Tak hanya pelaku, polisi juga mengamankan seorang wanita berinisial S (34) yang disinyalir sebagai rekan terduga pelaku.

Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran, mengonfirmasi keberhasilan penangkapan DPO yang sempat melarikan diri dari pengawasan Polsek Kalmas tersebut.

“Alhamdulillah, Satresnarkoba Polres Pangkep yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba berhasil mengamankan DPO yang melarikan diri dari Polsek Kalmas, bersama seorang perempuan,” ujar Imran saat memberikan keterangannya, Jumat (14/8/2026) kemarin.

Ditangkap di Dua Lokasi Terpisah
Proses perburuan berbuah hasil setelah petugas melacak keberadaan kedua pelaku yang bersembunyi di wilayah hukum terpisah. Perempuan S ditangkap di wilayah Galesong, Kabupaten Takalar, sementara DPO pria S dibekuk di kawasan Bontorannu, Mariso, Kota Makassar.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa alat komunikasi: 2 unit ponsel merek Samsung dan 1 unit ponsel merek Oppo

Mengenai status rekan wanitanya, pihak kepolisian masih terus mendalami sejauh mana keterlibatannya dalam jaringan peredaran barang haram tersebut.

“Status perempuan ini masih rekan dari terduga pelaku. Untuk keterkaitannya dalam kasus narkoba ini masih dalam pemeriksaan intensif penyidik,” lanjut Imran.

Kasus dugaan peredaran narkoba di kepulauan Liukang Kalmas ini sebelumnya sempat memicu gelombang protes warga setempat. Kekecewaan masyarakat memuncak ketika 1 dari 7 terduga pelaku yang diamankan justru berhasil kabur dari markas kepolisian.

Insiden kaburnya tahanan ini berbuntut panjang hingga berujung pada pencopotan jabatan Kapolsek Liukang Kalmas karena dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugas.

Saat ini, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Pangkep juga tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum anggota dalam memuluskan aksi kaburnya tersangka.(*)