BERANDANEWS — Makassar, Bentrokan senjata tajam melibatkan dua kelompok warga bertangga pecah di pemukiman padat kawasan Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Aksi saling serang yang berlangsung selama dua hari berturut-turut pada dini hari tersebut dipicu oleh perebutan lahan parkir.
Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian, dua kelompok yang bersteru diketahui berasal dari warga Kampung Kokolojia (Anak Rajawali) dan penghuni Rumah Susun (Rusunawa). Keduanya terlihat saling serang menggunakan parang, batu, hingga busur panah.
Suasana di sekitar lokasi sempat mencekam dan memicu kemacetan hingga ke jalan raya utama. Saat petugas kepolisian tiba di lokasi untuk membubarkan massa, warga sempat melempari aparat dengan batu sebelum akhirnya berhasil dilerai.
Katim 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Aiptu Syamfihdar, mengonfirmasi bahwa pemicu utama perselisihan ini adalah masalah penguasaan lahan parkir di sepanjang Jalan Rajawali.
Akibat insiden ini, satu orang pemuda mengalami luka pendarahan parah di bagian kepala.
“Informasi yang kami dapat dari warga, tawuran ini terjadi antara Anak Rajawali dan Anak Rusunawa. Pemicunya masalah lahan perparkiran dan sudah berlangsung selama dua hari pada dini hari,” ujar Syamfihdar., Kamis (17/9/2026)
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang berserakan, seperti parang, busur panah, batu, hingga kursi yang digunakan saat bentrokan.
Guna mengantisipasi aksi susulan, Tim URC Polrestabes Makassar menyisir lokasi, mengidentifikasi para pelaku, serta meningkatkan patroli rutin setiap malam di wilayah Mariso.
Mengingat banyaknya anak di bawah umur yang terlibat, kepolisian juga mengimbau para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka.
“Himbauan kami agar para orang tua bisa menjaga anaknya untuk tidak keluar pada larut malam demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Syamfihdar.
Saat ini, arus lalu lintas di sekitar lokasi telah kembali normal dan dijaga ketat oleh pihak kepolisian.(*)





