Posko Pengawal Pansus DPRD Gowa Laporkan Dugaan Intimidasi, Warga Mengaku Ketakutan

Posko Pengawal Pansus DPRD Gowa Laporkan Dugaan Intimidasi

BERANDANEWS – Gowa, Situasi di sekitar Posko Siri’ Na Pacce Gowa yang berada di depan Kantor DPRD Gowa dilaporkan sempat memanas pada Jumat (3/7/2026) malam.

Pihak yang berada posko mengklaim adanya kedatangan sekelompok orang yang diduga melakukan intimidasi terhadap warga yang sedang berjaga di lokasi.

Posko Siri’ Na Pacce Gowa diketahui didirikan sebagai pusat perjuangan masyarakat untuk mengawal jalannya proses Panitia Khusus (Pansus) DPRD Gowa yang saat ini menjadi perhatian publik.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak posko, rombongan yang datang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang dan mengenakan pakaian berwarna hitam. Mereka disebut mengaku berasal dari kelompok tertentu.

Ia juga menduga beberapa orang dalam rombongan tersebut membawa senjata tajam, seperti parang, badik, dan busur. Kehadiran mereka disebut menimbulkan ketegangan di lokasi karena diduga melakukan intimidasi serta mengeluarkan ancaman kepada warga yang sedang berjaga.

Saat dikonfirmasi, sejumlah warga yang berada di Posko Siri’ Na Pacce Gowa mengaku merasa khawatir dan tidak nyaman atas peristiwa tersebut. Mereka mengaku ketakutan karena adanya informasi mengenai dugaan orang-orang yang membawa senjata tajam di sekitar lokasi.

“Kami merasa resah dan takut karena ada informasi beberapa orang membawa senjata tajam. Kami berharap situasi ini segera mendapatkan perhatian aparat,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai dugaan intimidasi tersebut masih bersumber dari keterangan pihak Posko Siri’ Na Pacce Gowa dan warga yang berada di lokasi kejadian.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak yang disebut dalam laporan tersebut maupun klarifikasi dari aparat penegak hukum terkait kebenaran informasi yang beredar.

Pihak Posko Siri’ Na Pacce Gowa berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka juga meminta agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Sementara itu, masyarakat diimbau tetap menjaga situasi tetap kondusif serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.(*)