BERANDANEWS – Parepare, PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare terus memperkuat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Sulawesi Selatan dengan menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Melalui kolaborasi tersebut, PLN tidak hanya mendorong penggunaan kendaraan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha daerah.
Manajer PLN UP3 Parepare, Muh Akbar, mengatakan pihaknya menyiapkan ruang usaha bagi UMKM di sejumlah lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), termasuk SPKLU yang akan dikembangkan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada jalur strategis poros menuju Kabupaten Enrekang.
Menurutnya, keberadaan SPKLU tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, tetapi juga dapat menjadi titik singgah masyarakat sekaligus pusat aktivitas ekonomi lokal.
“Lokasi tersebut nantinya menjadi tempat singgah masyarakat sekaligus ruang bagi UMKM lokal untuk memasarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kopi hingga kuliner khas daerah,” ujar Akbar, Sabtu (20/6/2026).
Saat ini, PLN UP3 Parepare telah menggandeng sejumlah pelaku usaha, termasuk gerai coffee shop yang beroperasi di area SPKLU Parepare. Konsep ini memungkinkan pengguna kendaraan listrik menikmati berbagai fasilitas sambil menunggu proses pengisian daya kendaraan.
SPKLU Parepare kini terintegrasi dengan area komersial yang memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan. Pengguna kendaraan listrik dapat bersantai, menikmati kopi, makan bersama keluarga, atau beristirahat selama pengisian daya berlangsung.
Ke depan, konsep serupa akan diperluas ke sejumlah wilayah lain yang berada dalam cakupan kerja PLN UP3 Parepare, seperti Kabupaten Barru, Soppeng, dan Sidrap.
“Ini merupakan langkah awal. Kami berharap konsep ini dapat diterapkan di lebih banyak lokasi sehingga semakin banyak UMKM yang merasakan manfaat ekonomi dari perkembangan ekosistem kendaraan listrik,” katanya.
Selain menyediakan ruang usaha di area SPKLU, PLN juga secara aktif melibatkan UMKM dalam berbagai kegiatan promosi dan program pemasaran perusahaan. Pelaku usaha lokal diberi kesempatan untuk memasarkan produk mereka pada berbagai event yang diselenggarakan PLN.
Akbar menjelaskan, dukungan PLN terhadap UMKM tidak hanya sebatas penyediaan pasokan listrik yang andal, tetapi juga melalui penciptaan peluang usaha dan peningkatan daya saing melalui pemanfaatan teknologi berbasis listrik.
“Kami membuka kesempatan kepada pelaku UMKM untuk berjualan dan mempromosikan produknya dalam berbagai kegiatan PLN. Kami juga mendorong penggunaan peralatan berbasis listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut terlihat dalam berbagai kegiatan masyarakat yang digelar PLN, termasuk turnamen olahraga yang melibatkan UMKM sebagai penyedia makanan dan minuman bagi peserta maupun pengunjung.
Sementara itu, pelaku UMKM lokal Parepare, Afif Akhmadi, menyambut positif kerja sama yang dibangun PLN. Menurutnya, keberadaan usaha di area SPKLU memberikan peluang pemasaran yang lebih luas karena berada di lokasi strategis dengan potensi kunjungan pelanggan yang tinggi.
Ia menilai pengguna kendaraan listrik memiliki karakteristik pasar yang sejalan dengan target konsumen usaha kuliner dan coffee shop yang dikelolanya.
“Harapannya, PLN bisa menjadi traffic generator yang saling menguntungkan. Kami mendapatkan pelanggan dari pengunjung SPKLU, sementara PLN juga semakin dikenal melalui fasilitas kendaraan listrik yang tersedia. Ini menjadi kolaborasi yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ungkap Afif.
Kolaborasi antara PLN dan UMKM ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan usaha lokal sekaligus mempercepat transisi menuju penggunaan energi bersih melalui kendaraan listrik di Sulawesi Selatan.(*)





