BERANDANEWS — Makassar, Penyaluran dan penebusan pupuk di Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan tren pertumbuhan positif sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.
Realisasi penjualan seluruh jenis pupuk tembus di angka 495.849 ton, melejit 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di posisi 400.198 ton.
Gairah pertanian di Sulsel semakin diperkuat oleh lonjakan konsumsi pupuk organik. Hingga Agustus 2026, penyaluran pupuk organik meroket hingga 93 persen mencapai 10.791 ton, melampaui capaian periode sebelumnya yang hanya sebesar 5.593 ton.
Sukodim perwakilan dari pihak penyalur/produsen mengungkapkan bahwa performa positif ini dipicu oleh tren keterlibatan aktif para petani di lapangan.
Dari total 909.765 petani terdata di Sulsel, sebanyak 579.045 orang (64 persen) telah mengaktifkan transaksi penebusan pupuk.
“Kenaikan alokasi pupuk subsidi tahun ini memang luar biasa. Hampir setiap daerah mengalami peningkatan penebusan, bahkan rata-rata melampaui 100 persen dari tahun lalu,” ujar Sukodim.
Secara pemetaan wilayah, tiga kabupaten tercatat sebagai daerah dengan serapan penjualan pupuk tertinggi di Sulsel:
– Kabupaten Bone: 2.143 ton
– Kabupaten Takalar: 1.766 ton
– Kabupaten Luwu Timur: 1.765 ton
Menghadapi datangnya musim tanam mendatang, ketersediaan pupuk bersubsidi dipastikan berada pada posisi aman.
Saat ini, total cadangan stok pupuk di gudang-gudang penyalur Sulsel telah disiap-siagakan mencapai 144.851 ton, dengan rincian pasokan:
– Urea: 98.068 ton
– NPK: 38.411 ton
– NPK Formula Khusus (Kakao): 1.996 ton
– Pupuk Organik: 3.695 ton
– SP-36: 2.566 ton
– ZA: 115 ton.(*)





