BERANDANEWS – Maros, Pemerintah Kabupaten Maros terus memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk meningkatkan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantimurung, sehingga distribusi air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga.
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan peningkatan kapasitas ini akan membuat produksi air bersih bertambah dari 125 liter per detik menjadi 200 liter per detik atau meningkat sekitar 60 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri rapat paripurna persetujuan bersama Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD Kabupaten Maros, Rabu (29/7/2026).
“Dengan peningkatan kapasitas tersebut, distribusi air bersih diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya di Kecamatan Bontoa dan sejumlah desa yang selama ini masih membutuhkan tambahan pasokan air,” kata Chaidir.
Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya sempat merencanakan pembiayaan proyek tersebut melalui skema pinjaman. Namun, setelah dilakukan kajian, rencana tersebut dibatalkan karena terbentur regulasi yang berlaku.
Sebagai solusi, Pemkab Maros memutuskan membiayai peningkatan kapasitas IPA Bantimurung secara langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Rencana pinjaman tidak bisa dilakukan karena terbentur aturan. Karena itu, kami mengalihkan pembiayaan dengan menganggarkan langsung pembelian peralatan melalui APBD,” ujarnya.
Chaidir menilai peningkatan kapasitas IPA Bantimurung menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat yang terus meningkat. Selama ini, keterbatasan kapasitas produksi menyebabkan distribusi air belum mampu menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.
Melalui pengadaan peralatan peningkatan kapasitas (upgrading), produksi air bersih akan bertambah sekitar 75 liter per detik, sehingga pelayanan kepada pelanggan eksisting dapat ditingkatkan sekaligus membuka peluang perluasan jaringan ke kawasan yang selama ini masih mengalami keterbatasan pasokan.
Salah satu wilayah yang menjadi prioritas adalah Kecamatan Bontoa, yang selama ini masih memerlukan tambahan suplai air bersih.
“Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan sekaligus memperluas cakupan layanan ke wilayah baru yang selama ini masih membutuhkan pasokan air bersih,” jelasnya.
Chaidir berharap proses pengadaan peralatan dapat segera direalisasikan agar manfaat peningkatan kapasitas IPA Bantimurung bisa segera dirasakan masyarakat.
Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus terus diperkuat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman di Kabupaten Maros.(*)





