
BERANDANEWS – Pasangkayu, Niat mengusir nyamuk malah berujung kepanikan. Kebakaran lahan perkebunan milik warga melanda Dusun Panebunggu, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Selasa (1/9/2026).
Insiden bermula saat pemilik lahan membakar tumpukan sampah untuk mengusir nyamuk. Sayangnya, percikan api dengan cepat merambat ke rerumputan dan tanaman kering di sekitarnya. Cuaca panas terik dan tiupan angin kencang membuat kobaran api membumbung tinggi dan tak terkendali.
Respons Cepat 25 Menit Jinakkan Api
Menerima laporan darurat, tim gabungan yang terdiri dari Babinsa Kodim 1427/Pasangkayu, Bhabinkamtibmas, Damkar Pasangkayu, perangkat desa, dan warga setempat langsung meluncur ke lokasi sekitar pukul 11.15 WITA.
Berkat aksi sigap dan sinergi rapat di lapangan, kobaran api berhasil dilokalisir dan dipadamkan total pada pukul 11.40 WITA—hanya dalam waktu 25 menit. Petugas kemudian menyisir area untuk memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Kondisi lahan yang kering dan angin kencang membuat api cepat merambat. Diperlukan tindakan ekstra cepat agar tidak merembet ke seluruh area perkebunan warga,” ungkap Babinsa Kodim 1427/Pasangkayu.
Edukasi dan Imbauan Bahaya Musim Kemarau
Meski tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiel berharga, kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya 0,3 hektare lahan. Petugas telah meminta keterangan dari pemilik lahan dan saksi sekitar untuk melengkapi data kronologi.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi warga agar tidak sembarangan membakar sampah atau membersihkan lahan menggunakan api, terutama saat kondisi kemarau.
“Pencegahan jauh lebih penting sebelum api meluas. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melapor jika melihat ada titik api,” tegasnya.(*)




