Meski Pandemi, Pekerjaan Konstruksi Kereta Api di Sulsel tetap Jalan

49
Abdul Hayat Pimpin Rakor Tentang Perkeretaapian

BERANDANEWS – Makassar, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat mengatakan, produk dari rapat ini adalah implementatif. Sehingga berbicara tentang prioritas kebijakan nasional, salah satunya adalah yang ada di Garongkong.

Menurutnya, ini adalah bagian dari infrastruktur, yang tujuannya adalah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Meskipun masih dalam situasi pandemi, pekerjaan harus tetap berjalan.

“Apa yang kita lakukan hari ini, instrumen penting untuk mendorong sekuat tenaga kita agar optimalisasi harus jalan,” ucap Abdul Hayat saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tentang perkeretaapian, yang berlangsung di Toraja Room Kantor Gubernur Sulsel, Senin, (14/02).

Sementara Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulsel, Amanna Gappa, mengatakan, di Garongkong sebenarnya bukan jalur kereta api. Tetapi stok up, yakni penumpukan untuk pengangkutan barang.

Ia menambahkan, pihaknya juga fokus melakukan pembangunan stokyard dalam rangka mendukung angkutan logistik.

“Jadi, tidak hanya fokus ke angkutan penumpang akan tetapi juga fokus ke angkutan barang,” jelasnya.

Terkait masalah pembebasan lahan di kawasan itu, Amanna Gappa menjelaskan, lahan itu masuk wilayah mangrove dan DAS dan merupakan tanah negara. Sedangkan untuk jalur utama, masalah lahan sudah selesai dan fokus terhadap percepatan konstruksi.

“Semoga di Bulan Juni nanti, badan jalan sudah sesuai dengan rencana, kemudian tahapan selanjutnya adalah pemasangan rel sekitar dua bulan, di bulan Agustus kita sudah bisa trail. Jika kita sudah bisa trail, maka optimistis Oktober sudah siap dioperasikan secara penuh,” terangnya.

Hadir dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Perkimtan Sulsel Iqbal Suhaeb, Perwakilan ATR/BPN Kabupaten Barru, Perwakilan dari Dinas KLH, dan Perwakilan dari Dinas KKP. (*)