BERANDANEWS – Jakarta, Kawasan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, mendadak riuh sejak Kamis (27/8/2026) pagi. Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama rombongan pengemudi ojek online (ojol) berjaket hijau mulai memadati area depan pintu gerbang Gedung DPR RI.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 08.42 WIB, gelombang massa membentangkan spanduk dan banner raksasa di pagar parlemen.
Tuntutan utama yang disuarakan mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta menerapkan hukuman mati bagi para pelaku tindak pidana korupsi.
Suasana haru dan semangat membara mewarnai orasi warga. Bahkan, seorang peserta aksi nekat memanjat pagar gerbang utama sembari berteriak lantang mengarahkan tuntutannya ke dalam gedung dewan. Sementara itu, kelompok massa lainnya dilaporkan terus berdatangan dari titik kumpul kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Menanggapi kedatangan massa, aparat kepolisian bersama TNI bersiaga penuh mengawal jalannya aspirasi agar tetap berjalan kondusif. Lebih dari tiga unit kendaraan taktis (rantis) jenis Rimueng dan Barracuda, tiga unit mobil water cannon, puluhan motor trail patroli, hingga armada pemadam kebakaran telah disiagakan di halaman dalam gedung.
Aksi yang dimulai resmi sekitar pukul 09.35 WIB ini juga berdampak pada penyesuaian arus lalu lintas. Jalur Jalan Gatot Subroto tepat di depan Gedung DPR RI arah Slipi disterilkan menggunakan water barrier.
Arus kendaraan dari arah selatan terpaksa dialihkan menuju Jalan Gerbang Pemuda, Patal Senayan, maupun ruas Tol Dalam Kota. Meski sempat memicu kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Senayan, alur lalu lintas dari arah sebaliknya masih terpantau ramai lancar di bawah kendali petugas di lapangan.(*)





